Prosesi doa bersama dan peletakan batu pertama menjadi penanda dimulainya pembangunan infrastruktur vital yang diharapkan mampu membuka akses penyeberangan layak, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah tersebut.
Kegiatan dipimpin langsung oleh
Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Suranto, S.Sos., ST., MAP., serta dihadiri jajaran pejabat utama Polres Purworejo, unsur pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pihak ini menegaskan kuatnya kolaborasi institusional dalam mewujudkan pembangunan berbasis kebutuhan riil warga.Jembatan Merah Putih Presisi dirancang sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) yang memiliki peran strategis bagi mobilitas warga. Selama ini, akses penyeberangan hanya mengandalkan jembatan bambu darurat yang kerap rusak dan hanyut saat debit air meningkat. Kondisi tersebut berdampak langsung pada keterlambatan distribusi sarana produksi pertanian serta pengangkutan hasil panen, sekaligus meningkatkan risiko keselamatan warga.
Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo menegaskan bahwa inisiatif pembangunan ini merupakan wujud konkret kehadiran Polri yang adaptif dan solutif.
“Polri menginisiasi pembangunan jembatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Kami menggandeng berbagai stakeholder dan rekanan agar pembangunan dapat terealisasi dengan baik. Harapannya, jembatan ini mempermudah mobilitas alat dan mesin pertanian, mempercepat distribusi sarana produksi, serta meningkatkan efisiensi pengangkutan hasil panen warga,” ujar Kapolres.
Apresiasi turut disampaikan Pemerintah Kabupaten Purworejo. Sekda Suranto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi selaras dengan kebijakan nasional Polri yang mendorong sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Infrastruktur dasar yang memadai, menurutnya, merupakan prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Kebon Gunung, Fatah Kusumo Handogo, S.E., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan.
“Selama ini kami hanya memiliki jembatan bambu yang kerap rusak saat banjir. Dengan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini, para petani akan sangat terbantu dalam mengangkut hasil pertanian mereka secara aman dan lancar,” tuturnya penuh haru.
Rangkaian acara berlangsung khidmat, diawali doa bersama yang dipimpin Kyai Al Amin, dilanjutkan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur, dan diakhiri peletakan batu pertama oleh Kapolres Purworejo dan Sekda Kabupaten Purworejo sebagai simbol dimulainya pekerjaan fisik jembatan.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan menjadi katalis penguatan ekonomi berbasis pertanian di Kecamatan Loano, sekaligus memperkokoh kehadiran negara
melalui Polri yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dengan infrastruktur yang semakin memadai, mobilitas meningkat, produktivitas tumbuh, dan kesejahteraan warga pun kian terakselerasi.πΏπππππππ’π,πππππ.πππ.





