Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sebelum Menertibkan Masyarakat, Personel Ops Keselamatan Candi Polres Blora Jalani Pemeriksaan Disiplin Gaktib lain Internal Teguhkan Polisi sebagai Teladan Budaya Tertib Berlalu Lintas

Sabtu, 07 Februari 2026 | Februari 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-07T02:08:09Z

MNI|BLORA — Komitmen Polres Blora dalam membangun budaya tertib berlalu lintas tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan edukasi publik, tetapi juga diawali dari pembenahan internal institusi. Menjelang pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, seluruh personel yang tergabung dalam operasi tersebut menjalani pemeriksaan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin) di halaman Markas Komando Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora.

Pemeriksaan internal ini dipimpin langsung oleh Kasatgas Bantuan Operasi (Banops) Ops Keselamatan Candi 2026 Polres Blora, AKP Rustam. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mekanisme kontrol institusional untuk memastikan setiap personel Polri yang terlibat dalam operasi memiliki kelengkapan administrasi, kesiapan teknis, serta integritas profesional dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Disiplin Internal sebagai Pilar Keteladanan Publik

Dalam kegiatan Gaktiblin tersebut, fokus pemeriksaan diarahkan pada kelengkapan surat-surat nyata diri anggota, mulai dari Kartu Tanda Anggota (KTA), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), hingga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Selain itu, kondisi fisik kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi yang digunakan personel turut diperiksa untuk memastikan kesesuaian dengan standar keselamatan dan ketentuan peraturan lalu lintas.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasatgas Banops AKP Rustam menegaskan bahwa kegiatan Gaktiblin bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat legitimasi moral aparat penegak hukum di ruang publik.

“Logikanya sederhana: sebelum kita menertibkan masyarakat di jalan raya, petugasnya harus tertib terlebih dahulu. Polisi harus menjadi teladan bagi warga. Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan kedisiplinan anggota sekaligus menjaga profesionalisme pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026,” tegas AKP Rustam.

Profesionalisme Aparat dan Penguatan Kepercayaan Publik

Satu per satu personel yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Candi 2026 diperiksa secara menyeluruh melalui prosedur yang objektif dan transparan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak terdapat pelanggaran, baik terkait masa berlaku administrasi kendaraan maupun penggunaan atribut yang tidak sesuai ketentuan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh personel dinyatakan lengkap dan siap menjalankan tugas operasi. Kondisi tersebut mencerminkan kesiapan institusional Polres Blora dalam melaksanakan operasi dengan pendekatan profesional, humanis, dan edukatif.

“Kami tidak ingin ada komplain dari masyarakat terkait ketidaktertiban anggota di lapangan. Alhamdulillah, seluruh personel dalam kondisi lengkap dan siap melaksanakan tugas Operasi Keselamatan Candi 2026 secara profesional,” lanjut AKP Rustam.

Operasi Keselamatan sebagai Instrumen Edukasi Sosial

Operasi Keselamatan Candi 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memiliki dimensi edukasi sosial yang kuat. Melalui pendekatan preventif, persuasif, dan edukatif, operasi ini diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari budaya hukum.

Polres Blora menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai kepentingan publik yang harus dijaga melalui sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ketertiban lalu lintas dipandang sebagai cerminan kualitas peradaban sosial sekaligus indikator tata kelola ruang publik yang beradab dan berkeadilan.

Partisipasi Masyarakat dan Resonansi Publik

Di sisi lain, pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 mendapat respons positif dari masyarakat. Seorang pengendara yang ditemui awak media menyampaikan bahwa operasi lalu lintas yang digelar Polres Blora dinilai efektif dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

“Adanya Operasi Keselamatan Candi sangat baik untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di jalan raya. Karena itu, mari kita bersama-sama menaati tata tertib berlalu lintas dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar warga tersebut.

Ia juga berharap Polres Blora terus meningkatkan sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, serta tetap konsisten dalam mengayomi dan melayani publik.

Penguatan Budaya Hukum Berlalu Lintas

Langkah pembenahan internal yang dilakukan Polres Blora diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sekaligus memperkuat budaya hukum di ruang lalu lintas. Keteladanan aparat diyakini menjadi faktor kunci dalam membangun perilaku tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.

Melalui Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Blora menargetkan penurunan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus peningkatan kualitas interaksi antara polisi dan masyarakat. Pendekatan humanis yang dikedepankan diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan ruang lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeadilan.

Penutup

Pemeriksaan Gaktiblin terhadap personel Ops Keselamatan Candi 2026 menjadi simbol komitmen Polres Blora bahwa penegakan hukum harus dimulai dari keteladanan internal. Dengan fondasi disiplin, profesionalisme, dan integritas, Polres Blora optimistis pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 dapat memberikan dampak nyata bagi keselamatan lalu lintas dan harmonisasi sosial di Kabupaten Blora.

Punkasnya,hari.lestari.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update