Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Satlantas Polres Demak Perkuat Edukasi Publik dalam Operasi Keselamatan Candi 2026, Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas yang Berkelanjutan

Selasa, 03 Februari 2026 | Februari 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-03T04:16:54Z



MNI|Demak — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Demak mengintensifkan sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026 melalui edukasi dan imbauan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) kepada masyarakat pengguna jalan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Sultan Sunan Kalijaga, kawasan Betengan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian integral dari rangkaian Operasi Keselamatan Candi 2026 yang memasuki hari kedua pelaksanaan. Operasi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran hukum dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, sekaligus membangun pola perilaku berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.

Edukasi sebagai Instrumen Pencegahan

Kanit Kamseltibcarlantas Polres Demak, Aiptu Supriyanto, menjelaskan bahwa pendekatan edukatif dan persuasif menjadi strategi utama dalam pelaksanaan operasi. Personel Satlantas memberikan penjelasan langsung kepada pengendara sepeda motor, disertai pembagian leaflet dan stiker keselamatan berlalu lintas.

“Edukasi publik merupakan fondasi utama dalam membangun kesadaran masyarakat. Kami memberikan imbauan tentang tata tertib berlalu lintas kepada para pengendara yang melintas di kawasan Betengan,” ujar Aiptu Supriyanto.

Selain sosialisasi, petugas juga melakukan pengecekan kelengkapan berkendara sebagai bentuk pengawasan preventif untuk memastikan pengendara mematuhi standar keselamatan.

Integrasi Pendekatan Humanis dan Teknologi

Aiptu Supriyanto menambahkan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Dalam operasi ini, penindakan pelanggaran lalu lintas dilakukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile, yang dipadukan dengan teguran langsung di lapangan.

Pendekatan ini mencerminkan transformasi pola penegakan hukum lalu lintas yang mengintegrasikan teknologi digital dengan pendekatan humanis, sehingga fungsi edukasi, preventif, dan represif dapat berjalan secara seimbang.

“Sasaran operasi difokuskan pada pelanggaran kasat mata yang berisiko tinggi, seperti tidak menggunakan helm berstandar SNI, melawan arus, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, serta penggunaan telepon seluler saat berkendara,” jelasnya.

Lalu Lintas sebagai Ruang Publik yang Beradab

Operasi Keselamatan Candi 2026 tidak hanya dipandang sebagai kegiatan rutin kepolisian, tetapi sebagai instrumen strategis untuk membangun ruang publik yang aman, tertib, dan beradab. Meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas diharapkan mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan secara signifikan.

Dalam perspektif sosial, lalu lintas merupakan cerminan disiplin kolektif masyarakat. Ketertiban berlalu lintas tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis berkendara, tetapi juga merefleksikan tingkat kesadaran hukum, etika sosial, dan budaya keselamatan masyarakat.

Respons Positif Masyarakat

Pendekatan humanis yang diterapkan Satlantas Polres Demak memperoleh respons positif dari masyarakat. Salah seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya mengapresiasi pola sosialisasi yang dilakukan aparat kepolisian.

“Kami sebagai warga merasa terbantu dengan pendekatan yang humanis dan bersinergi dari Polres Demak, khususnya Satlantas. Kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan yang diberikan. Semoga Polres Demak semakin maju dan terus mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Menuju Kamseltibcarlantas yang Berkelanjutan

Melalui Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Demak berharap dapat membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan, terutama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

Upaya ini menegaskan komitmen kepolisian dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, modern, dan humanis, demi terciptanya kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, ruang lalu lintas diharapkan tidak hanya menjadi jalur mobilitas, tetapi juga menjadi ruang sosial yang aman, tertib, dan mencerminkan peradaban masyarakat yang maju.

Punkasnya,Munthohar.Mukti.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update