Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Satgas Humas Polres Blora Intensifkan Edukasi Publik pada Hari Kedua Operasi Keselamatan Candi 2026

Rabu, 04 Februari 2026 | Februari 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-04T13:34:56Z

MNI|BLORA — Kepolisian Resor (Polres) Blora terus memperkuat strategi edukasi publik dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026. Memasuki hari kedua operasi, Satuan Tugas (Satgas) Humas Polres Blora mengintensifkan kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat pengguna jalan melalui pembagian pamflet dan dialog interaktif di kawasan strategis Blok T, Kabupaten Blora, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan preemtif yang menjadi pilar utama Operasi Keselamatan Candi 2026, sekaligus mencerminkan komitmen Polri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan melalui komunikasi publik yang edukatif, humanis, dan partisipatif.

Sejak pukul 08.15 WIB, personel Polres Blora bersinergi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Kepolisian Militer (Denpom), PT Jasa Raharja, serta Unit Pelaksana Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Blora. Kolaborasi lintas sektoral ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat mengenai keselamatan berkendara, kepatuhan administrasi kendaraan, serta kewajiban perpajakan sebagai bagian dari tanggung jawab warga negara.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasatgas 5 Humas Operasi Keselamatan Candi 2026, AKP Midiyono, S.H., menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi merupakan elemen strategis dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

“Kami hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan imbauan secara humanis. Melalui pembagian pamflet dan komunikasi dialogis, kami berharap pemahaman terhadap aturan lalu lintas semakin meningkat, sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Kabupaten Blora dapat ditekan secara signifikan,” ujar AKP Midiyono.

Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan menyasar pengguna jalan yang melintas maupun masyarakat yang sedang beraktivitas di kawasan Blok T. Materi sosialisasi meliputi pemahaman marka dan rambu lalu lintas, pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan berkendara seperti helm dan sabuk pengaman, serta kewajiban membawa dan melengkapi dokumen kendaraan.

Selain itu, kehadiran UPPD Samsat Blora dimanfaatkan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pembayaran pajak kendaraan bermotor sebagai bagian dari kontribusi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Sementara itu, PT Jasa Raharja memberikan informasi terkait perlindungan asuransi kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan, sebagai bagian dari sistem perlindungan sosial di sektor transportasi.

Operasi Keselamatan Candi 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang bertujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas, menurunkan angka pelanggaran, serta meminimalkan potensi kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil. Operasi ini menitikberatkan pada pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis, yang dipadukan dengan penegakan hukum secara profesional, proporsional, dan berkeadilan.

Hingga berakhirnya kegiatan pada pukul 09.15 WIB, situasi di lokasi sosialisasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Masyarakat menunjukkan respons positif terhadap kegiatan edukasi yang dilakukan aparat, yang dinilai memberikan pemahaman praktis dan relevan bagi keselamatan berkendara sehari-hari.

Salah seorang pengguna jalan yang melintas di wilayah Blora mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026. Ia menilai kehadiran aparat kepolisian memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya bagi pemudik yang melintas.

“Kami dalam perjalanan dari Semarang menuju Ngawi merasa lebih aman dan nyaman. Adanya Operasi Keselamatan Candi dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas membuat perjalanan mudik lebih tertib dan kondusif. Kami berharap Polres Blora selalu diberi kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.

Polres Blora menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat edukasi publik dan sinergi lintas instansi dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan. Melalui Operasi Keselamatan Candi 2026, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan raya bukan semata tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Punkasnya,Hari.lestari.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update