Aksi sosial tersebut melibatkan personel TNI, jajaran Polres Grobogan, aparatur pemerintah daerah, serta komunitas masyarakat. Kegiatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, dengan sasaran pembersihan sejumlah fasilitas publik strategis, di antaranya Pasar Pagi Glendoh, Pasar Argo, dan kawasan TPS3R Mekar Sari Danyang.
Sebelum pelaksanaan, seluruh peserta mengikuti apel kesiapan guna memastikan pembagian sektor kerja berjalan efektif dan terorganisasi. Setiap unsur kemudian menempati lokasi yang telah ditentukan untuk melaksanakan pembersihan secara terpadu, mulai dari pengangkatan sampah di saluran air, penyapuan akses jalan pasar, hingga penataan area taman dan ruang terbuka publik.
Semangat gotong royong yang menjadi karakter bangsa tercermin dalam keterlibatan aktif seluruh komponen. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam fungsi pertahanan, tetapi juga sebagai motor penggerak kepedulian sosial dan kebersihan lingkungan.
Batiops Kodim 0717/Grobogan, Peltu Musir, menegaskan bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh warga.
“Menjaga kebersihan pasar maupun fasilitas umum bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Semua pihak harus memiliki kesadaran dan kepedulian. Minimal, kita tidak menambah beban dengan membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Selain aksi fisik pembersihan, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi langsung kepada pedagang dan pengunjung pasar mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang tertib dan berkelanjutan. Edukasi tersebut bertujuan menanamkan kesadaran bahwa lingkungan yang bersih merupakan fondasi kesehatan publik serta cerminan peradaban masyarakat.
Mengusung semboyan “Resik-Resik Desa lan Kutha”, kegiatan ini menjadi simbol tekad bersama untuk mewujudkan Grobogan yang bersih, asri, dan berdaya saing, terutama dalam menyambut usia tiga abad kabupaten tersebut. Kolaborasi lintas institusi ini sekaligus menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat sebagai pilar utama pembangunan sosial.
Melalui karya bakti ini, Tentara Nasional Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat. Kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya diwujudkan dalam konteks pertahanan negara, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan mendasar warga, termasuk kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Diharapkan, semangat kebersamaan ini terus berlanjut tidak hanya menjelang peringatan hari jadi, tetapi menjadi budaya kolektif yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Grobogan.Shabar.Mukti.




