Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polsek Wonosalam Dampingi Giat Khitan Massal dan Pembagian Sembako, Perkuat Sinergi Kemanusiaan Menyambut Ramadhan di Demak

Minggu, 01 Februari 2026 | Februari 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-01T05:14:39Z

MNI|Demak — Kepolisian Sektor (Polsek) Wonosalam, Polres Demak, menunjukkan komitmen nyata dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan dengan mendampingi serta melakukan pengamanan dan monitoring kegiatan khitan massal dan pembagian sembako yang digelar oleh Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN), Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Demak, bersama Bank BTN KCP Demak.

Kegiatan sosial tersebut mengusung tema “Sambut Ramadhan dengan Berbagi Kebaikan, Menebar Manfaat, Wujudkan Senyum Sehat bagi Umat dan Generasi Penerus Bangsa”, dan dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula RSI NU Demak, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.

Sinergi Sosial, Keagamaan, dan Kesehatan

Acara ini mencerminkan sinergi lintas sektor antara unsur kepolisian, pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas sosial, lembaga keagamaan, institusi kesehatan, serta dunia perbankan dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat, khususnya warga terdampak banjir di Kabupaten Demak.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan pejabat, antara lain Ketua Umum PDBN yang diwakili Sekretaris Jenderal PDBN H. Edi Sayudi, ST, MH; Bupati Demak yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto, ST, MT; Kapolres Demak yang diwakili Kapolsek Wonosalam AKP Rusmanto; Ketua PGSI NG Noor Salim, S.Pd.I., Gr., CPLA; Direktur RSI NU Demak dr. H. Abdul Azis, MK.Kes., MKM, HMC, CPCCP; Ketua Panitia Moch. Ridwan; Kepala Bank BTN KCP Demak Wisnu Murti Dananjaya; perwakilan DPRD Jawa Tengah H. Ulil Albab, S.Psi., MAP; serta perwakilan PCNU Kabupaten Demak Musyafiq, S.Pd.I.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, serta rangkaian sambutan dari para tokoh. Momentum puncak ditandai dengan peluncuran program peduli kemanusiaan melalui penyerahan simbolis paket sembako dan bantuan bagi peserta khitan massal, dilanjutkan peninjauan ke lokasi tindakan medis khitan massal serta sesi konferensi pers.

Khitan Massal sebagai Ikhtiar Kesehatan dan Nilai Keagamaan

Direktur RSI NU Demak dr. H. Abdul Azis menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang terintegrasi antara aspek kesehatan, keagamaan, dan kemanusiaan.

“Alhamdulillah, kegiatan khitan massal dan pembagian sembako dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan semua pihak. Semoga ikhtiar ini diridai Allah SWT dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mencakup khitan massal bagi anak-anak serta pembagian 1.000 paket sembako yang diperuntukkan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Demak. Menurutnya, khitan massal bukan hanya kewajiban syariat bagi laki-laki Muslim, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini.


Semoga anak-anak yang mengikuti khitan massal tumbuh menjadi generasi saleh, sehat, dan amanah sebagai calon pemimpin bangsa,” tambahnya.

Pemerintah Daerah Apresiasi Kolaborasi Kemanusiaan

Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto yang mewakili Bupati Demak menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas elemen dalam kegiatan sosial tersebut.

“Khitan massal merupakan ikhtiar menuju kesehatan sekaligus penguatan nilai keagamaan. Sementara pembagian sembako diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PGSI, PDBN, RSI NU Demak, serta Bank BTN KCP Demak atas inisiatif kemanusiaan yang dinilai sejalan dengan semangat pembangunan sosial dan keagamaan di Kabupaten Demak.

Peran Dunia Perbankan dalam Penguatan Solidaritas Sosial

Kepala Bank BTN KCP Demak Wisnu Murti Dananjaya menyatakan bahwa keterlibatan institusinya merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam mendukung kegiatan kemanusiaan.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Paket sembako akan didistribusikan di lima kecamatan terdampak banjir, yakni Sayung, Karangtengah, Bonang, Wedung, dan Mijen,” jelasnya.

Solidaritas Komunitas dan Empati Sosial

Sekretaris Jenderal PDBN H. Edi Sayudi menyampaikan rasa empati dan keprihatinan atas bencana banjir yang melanda Kabupaten Demak.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi wujud kepedulian bersama dan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan kekuatan bagi seluruh korban,” tuturnya.

Peran Kepolisian dalam Pengamanan dan Pendampingan Kegiatan

Kapolsek Wonosalam AKP Rusmanto memimpin langsung pengamanan dan monitoring kegiatan bersama personel

Polsek Wonosalam, termasuk Aipda Oky Rohharso, SH. Kehadiran aparat kepolisian bertujuan memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif, sekaligus memberikan dukungan moral bagi masyarakat.

Secara struktural, kegiatan ini juga berada dalam koordinasi jajaran Polres Demak, melibatkan Wakapolres Demak, Kabag Ops, serta para pejabat utama (PJU) Polres Demak dalam fungsi pengawasan dan pengamanan kegiatan masyarakat.

Data Kegiatan Sosial

Berdasarkan data panitia, kuota khitan massal yang disiapkan mencapai 200 anak, dengan pelaksanaan khusus pada Minggu, 1 Februari 2026, sebanyak 100 anak. Dari jumlah tersebut, tercatat 77 anak mengikuti proses khitan massal pada hari pelaksanaan.

Sementara itu, sebanyak 1.000 paket sembako didistribusikan kepada warga terdampak banjir di lima kecamatan di Kabupaten Demak, yakni Sayung, Karangtengah, Bonang, Wedung, dan Mijen.

Meneguhkan Spirit Ramadhan dan Kepedulian Sosial

Kegiatan khitan massal dan pembagian sembako ini tidak hanya menjadi agenda sosial, tetapi juga simbol penguatan nilai keagamaan, solidaritas kemanusiaan, dan kepedulian kolektif menjelang bulan suci Ramadhan. Sinergi antara institusi kepolisian, pemerintah daerah, lembaga keagamaan, organisasi sosial, dan dunia usaha menjadi cerminan model kolaborasi yang efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi indikator bahwa program sosial berbasis kolaborasi lintas sektor memiliki daya resonansi kuat dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat.

Punkasnya,furi.aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update