Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Karya Bakti Mandiri Tahap I Tahun 2026, Koramil Geyer dan Masyarakat Gelorakan Semangat Gotong Royong di Grobogan

Minggu, 01 Februari 2026 | Februari 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-01T06:36:42Z

MNI|GROBOGAN — Semangat gotong royong sebagai fondasi sosial bangsa kembali menemukan relevansi dan aktualisasinya melalui pelaksanaan Karya Bakti Mandiri (KBM) TNI Tahap I Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0717/Grobogan melalui Koramil 09/Geyer di Dusun Canden, Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Minggu (1/2/2026).

Program KBM tersebut menjadi wujud konkret sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan desa sekaligus memperkuat kohesi sosial di tingkat akar rumput. Sejak hari pertama pelaksanaan, anggota TNI bersama warga setempat terlibat aktif dalam berbagai pekerjaan fisik yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, dengan suasana kebersamaan yang kental dan partisipasi warga yang tinggi.

Komandan Koramil (Danramil) 09/Geyer, Kapten Cke Nanang Dwi, menjelaskan bahwa Karya Bakti Mandiri merupakan program kolaboratif yang dirancang sebagai instrumen pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

“Program Karya Bakti Mandiri ini dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan ke depan dengan sasaran fisik yang meliputi pengecoran jalan rabat beton sepanjang 400 meter, rehabilitasi pos keamanan lingkungan (pos kamling), rehabilitasi musholla, serta program jambanisasi,” ungkap Kapten Nanang Dwi.

Ia menegaskan bahwa KBM tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga mengandung nilai strategis dalam memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui kerja bersama di lapangan, nilai kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian sosial tumbuh secara nyata dalam kehidupan masyarakat.

“Karya Bakti Mandiri menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang merupakan warisan luhur bangsa Indonesia. Saya berharap seluruh anggota TNI dan masyarakat dapat bekerja dengan penuh semangat, saling membantu, serta tetap mengutamakan faktor keamanan dalam setiap kegiatan,” tegas Danramil.

Lebih jauh, keterlibatan aktif masyarakat Desa Jambangan dalam kegiatan KBM mencerminkan kesadaran kolektif bahwa pembangunan desa bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil dari partisipasi seluruh elemen warga. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, kepercayaan, dan motivasi bagi warga untuk berkontribusi secara nyata.

Pembangunan jalan rabat beton yang menjadi salah satu sasaran utama KBM diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar mobilitas ekonomi, serta mendukung aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat. Infrastruktur jalan yang memadai diyakini akan memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka peluang ekonomi lokal, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.

Sementara itu, rehabilitasi musholla dan pos kamling menjadi simbol penguatan fungsi spiritual dan keamanan lingkungan. Musholla tidak hanya berperan sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan moral dan sosial masyarakat. Adapun pos kamling menjadi representasi sistem keamanan lingkungan berbasis partisipasi warga. Program jambanisasi, di sisi lain, diarahkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui perbaikan sanitasi dan perilaku hidup bersih.

Kegiatan kerja bakti yang berlangsung dalam suasana kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih hidup dan relevan dalam kehidupan sosial masyarakat pedesaan. Di bawah kepemimpinan Danramil 09/Geyer, warga tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun relasi sosial yang harmonis, rasa memiliki terhadap lingkungan, serta kesadaran kolektif akan pentingnya pembangunan berkelanjutan.

Melalui Karya Bakti Mandiri Tahap I Tahun 2026, Kodim 0717/Grobogan bersama masyarakat Desa Jambangan menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila dilandasi kolaborasi, partisipasi, dan semangat gotong royong. Program ini sekaligus menjadi cerminan peran TNI sebagai bagian integral dari rakyat dalam menjaga, membangun, dan memajukan kehidupan sosial masyarakat.

Dengan berjalannya KBM secara bertahap, diharapkan hasil pembangunan tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga meninggalkan warisan sosial berupa meningkatnya solidaritas, kemandirian, dan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan hasil pembangunan yang telah dicapai. KBM pun menjadi bukti bahwa gotong

royong bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan nyata yang mampu menggerakkan pembangunan dan memperkokoh persatuan bangsa dari tingkat desa.

Punkasnya,Shabar.tris

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update