Peresmian pembangunan jembatan tersebut diprakarsai oleh Polres Banjarnegara dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana, Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjarnegara Yusuf Winarsono, S.T., M.T., perwakilan PT Indonesia Power Banjarnegara, perwakilan GEO Dipa Banjarnegara, jajaran Forkopimcam Bawang, Kepala SMP Negeri 4 Bawang, para kepala desa, perangkat desa, serta masyarakat Desa Serang dan Desa Winong.
Dalam sambutannya, Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan manifestasi nyata dari semangat Polri Presisi yang berorientasi pada pelayanan publik dan penguatan kesejahteraan masyarakat. Ia menjelaskan, pembangunan jembatan dilaksanakan selama kurang lebih satu setengah bulan, dimulai pada 19 Desember 2025 dan rampung pada 7 Januari 2026, dengan total anggaran sekitar Rp200 juta.
“Pembangunan ini dapat terwujud berkat kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak. Jembatan Merah Putih Presisi bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kebersamaan, semangat persatuan, dan wujud nyata gotong royong antara negara dan masyarakat,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa inisiatif pembangunan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kapolri agar Polri senantiasa hadir dan memberi manfaat konkret bagi masyarakat. Dari arahan tersebut, jajaran Polres Banjarnegara mengambil langkah proaktif untuk menjawab kebutuhan riil warga di wilayah perdesaan.
“Saya titip pesan kepada seluruh warga, setelah jembatan ini diresmikan, mari kita rawat dan jaga bersama agar awet dan terus memberikan manfaat bagi kepentingan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polres Banjarnegara atas prakarsa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Menurutnya, keberadaan jembatan ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya memudahkan akses transportasi, tetapi juga memperkuat ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat.
“Jembatan ini tidak hanya menunjang dunia pendidikan—mempermudah akses anak-anak menuju sekolah—tetapi juga membuka peluang ekonomi warga. Akses yang lebih baik akan memperlancar aktivitas pertanian, perdagangan, dan interaksi sosial antarwilayah,” ungkap Bupati.
Ia juga menilai bahwa kehadiran Polri dalam pembangunan infrastruktur sosial menjadi bukti kedekatan institusi kepolisian dengan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, Polri, dunia usaha, dan masyarakat desa dinilai sebagai model kolaborasi yang efektif dalam mempercepat pembangunan berbasis kebutuhan lokal.
Dari perspektif kehumasan sosial dan pemerintahan desa, pembangunan jembatan ini mencerminkan pendekatan pembangunan partisipatif. Kepala Desa Serang dan Kepala Desa Winong bersama perangkat desa menyampaikan bahwa jembatan tersebut telah lama menjadi kebutuhan mendesak warga, terutama bagi pelajar, petani, dan pelaku usaha kecil yang sebelumnya harus menempuh jalur memutar dengan tingkat risiko keselamatan lebih tinggi.
Dengan diresmikannya Jembatan Merah Putih Presisi, masyarakat kini memiliki akses penghubung yang aman, layak, dan representatif. Infrastruktur ini diharapkan memperkuat kohesi sosial antarwilayah desa serta menjadi katalis peningkatan kualitas hidup warga.Melalui program ini, Polres Banjarnegara menegaskan peran strategis Polri sebagai mitra masyarakat dan pemerintah desa dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Semangat Polri untuk
Masyarakat tidak hanya diwujudkan dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga, selaras dengan nilai gotong royong dan persatuan bangsa.Punkasnya,Eko.Wahid.





