Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polresta Surakarta Perkuat Kapasitas Dalmas, Latihan Pengendalian Massa Menjadi Instrumen Strategis Polri dalam Menjaga Stabilitas Kamtibmas

Rabu, 11 Februari 2026 | Februari 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-11T16:08:45Z


MNI|SURAKARTA — Penguatan kapasitas pengendalian massa (Dalmas) terus menjadi prioritas strategis Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam kerangka tersebut, Polresta Surakarta, Polda Jawa Tengah, menggelar latihan Dalmas sebagai bagian dari upaya sistematis meningkatkan profesionalitas, kesiapsiagaan, serta ketangguhan personel dalam menghadapi dinamika situasi di ruang publik, Rabu (11/2/2026).

Latihan ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan teknis, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter profesional aparat kepolisian yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada perlindungan hak-hak masyarakat. Sebelum pelaksanaan simulasi, seluruh personel terlebih dahulu menerima arahan strategis dan pembekalan teori dasar yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H.

Dalam arahannya, Kapolresta menekankan bahwa latihan Dalmas harus dipahami sebagai mekanisme kesiapsiagaan yang terstruktur, terukur, dan berjenjang. Ia menjelaskan bahwa simulasi dilaksanakan secara bertahap, mulai dari peran negosiator, Dalmas awal, Dalmas lanjut, hingga Raimas (Pengurai Massa).


Latihan ini bertujuan memastikan seluruh personel memahami tahapan pengendalian massa sesuai prosedur yang berlaku, sehingga pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan profesional, proporsional, dan akuntabel,” ujar Kombes Pol. Catur.

Dalmas sebagai Pilar Manajemen Keamanan Publik

Dalam perspektif manajemen keamanan, Dalmas bukan semata kemampuan teknis, melainkan bagian dari sistem manajemen risiko dalam pengamanan kegiatan masyarakat, khususnya unjuk rasa dan kerumunan massa. Kemampuan Dalmas menjadi instrumen penting bagi Polri dalam menjaga keseimbangan antara penegakan hukum, perlindungan hak berekspresi, dan pencegahan eskalasi konflik sosial.

Pada sesi latihan, personel mempraktikkan berbagai formasi Dalmas menggunakan tameng maupun tanpa tameng. Materi yang dilatihkan meliputi sikap siaga, sikap tempur, formasi dorong maju, desak maju, sikap berlindung, serta pola pengamanan formasi Dalmas lanjut.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, latihan ini juga dirancang untuk memperkuat ketahanan fisik, disiplin, soliditas, dan kekompakan personel. Nilai-nilai tersebut dipandang sebagai fondasi utama bagi pelaksanaan tugas pengamanan yang efektif, humanis, dan responsif terhadap dinamika situasi di lapangan.

Transfer Pengetahuan dan Standardisasi Prosedur Dalmas

Materi latihan disampaikan oleh Kasat Samapta Polresta Surakarta, Kompol Edi Sukamto, S.H., M.H. Ia menegaskan bahwa setiap tahapan latihan disusun berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) pengendalian massa yang berlaku di lingkungan Polri.

Menurutnya, latihan Dalmas bertujuan membentuk kesiapan personel dalam melakukan penanganan massa secara tepat, terukur, dan sesuai prinsip legalitas, profesionalitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Latihan ini dirancang agar personel mampu bertindak secara presisi, menghindari kesalahan prosedur, serta menjaga proporsionalitas penggunaan kekuatan di lapangan,” jelas Kompol Edi.

Ia menambahkan bahwa kemampuan Dalmas merupakan kompetensi inti bagi setiap personel Samapta, sehingga latihan rutin menjadi kebutuhan fundamental dalam menjaga kualitas kinerja aparat di lapangan.

Polri Presisi dan Orientasi Humanis


Latihan Dalmas Polresta Surakarta juga mencerminkan implementasi konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang menjadi arah kebijakan nasional Polri. Dalam konteks ini, pengendalian massa tidak hanya dipahami sebagai fungsi pengamanan, tetapi juga sebagai proses pengelolaan ruang publik yang mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan preventif.

Melalui latihan yang berkesinambungan, Polresta Surakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas kamtibmas serta memastikan setiap personel siap menghadapi potensi kerawanan secara profesional dan bermartabat.

Pengabdian dengan Ketulusan dan Spirit Moral

Lebih dari sekadar latihan teknis, kegiatan Dalmas juga menjadi ruang pembentukan etos pengabdian. Nilai keikhlasan, dedikasi, dan kesadaran moral menjadi bagian integral dari profesionalitas aparat kepolisian.

Dengan hati yang ikhlas dan penuh perenungan, setiap personel diharapkan mampu menjalankan tugas tidak hanya sebagai kewajiban institusional, tetapi juga sebagai panggilan pengabdian kepada negara dan masyarakat.

Melalui penguatan kapasitas Dalmas yang berkelanjutan, Polresta Surakarta menegaskan bahwa stabilitas keamanan bukan sekadar tujuan operasional, melainkan prasyarat utama bagi terwujudnya kehidupan sosial yang aman, tertib, dan berkeadaban di Indonesia.

Punkasnya,Mukti.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update