Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kebumen, Uwit Putu Krisna, serta para pejabat utama dan pengurus Bhayangkari.
Bantuan yang diberikan berupa tas sekolah, sepatu, serta perlengkapan alat tulis kepada belasan murid yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program bakti sosial rutin yang digelar setiap hari Jumat dan dilaksanakan secara bergilir di wilayah hukum Polres Kebumen.
Pendidikan sebagai Investasi Sosial
Kapolres Kebumen menegaskan bahwa program ini tidak sekadar bentuk kepedulian insidental, melainkan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda.
“Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dan berpindah-pindah setiap hari Jumat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus bersekolah,” ujar AKBP Putu.
Dalam perspektif kehumasan Mabes Polri, langkah ini mencerminkan transformasi Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga penguatan fungsi sosial sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dukungan terhadap sektor pendidikan dinilai strategis karena pendidikan merupakan fondasi pembangunan sumber daya manusia dan ketahanan bangsa.
Dampak Nyata bagi Penerima Manfaat
Salah satu penerima manfaat, Fitri, warga Desa Rahayu, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polres Kebumen kepada keluarganya. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat membantu keponakannya, Fatin, yang hidup dalam keterbatasan setelah ditinggal ibunya dan ayahnya merantau.
“Ayahnya merantau, ibunya sudah meninggal. Bantuan ini cukup meringankan dan membuat anak lebih semangat sekolah,” tuturnya.
Testimoni tersebut menjadi refleksi bahwa intervensi sosial yang tepat sasaran mampu menghadirkan dampak psikologis positif, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat rasa percaya diri anak-anak penerima bantuan.
Sinergi Bhayangkari dan Penguatan Empati Institusional
Keterlibatan Bhayangkari dalam kegiatan ini menegaskan bahwa gerakan sosial Polri berjalan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Sinergi antara jajaran kepolisian dan Bhayangkari memperkuat pendekatan humanis dalam pelayanan publik.
Secara lebih luas, program ini menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik (public trust) melalui aksi konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Kepedulian terhadap pendidikan anak kurang mampu merupakan bentuk investasi sosial jangka panjang yang berdampak pada peningkatan kualitas generasi penerus bangsa.
Dengan konsistensi pelaksanaan dan pendekatan yang inklusif, Polres Kebumen menunjukkan bahwa institusi kepolisian hadir tidak hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih berkeadilan dan berdaya saing.Punkasnya,wakid.tim.




