Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polres Demak Menggerakkan Aksi Bersih Lingkungan,Meneguhkan Spirit Gerakan Indonesia ASRI sebagai Tanggung Jawab Kolektif Bangsa

Selasa, 10 Februari 2026 | Februari 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-10T13:24:34Z

MNI|DEMAK — Kepolisian Resor (Polres) Demak, Jawa Tengah, menginisiasi gerakan kerja bakti membersihkan lingkungan sebagai manifestasi nyata dukungan terhadap program nasional Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara Desa Cabean, Kecamatan Demak, Selasa (10/2/2026), dengan melibatkan lintas institusi dan elemen masyarakat.

Aksi sosial-lingkungan ini tidak sekadar bersifat simbolik, tetapi merepresentasikan komitmen institusional Polri dalam mengintegrasikan fungsi keamanan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Dalam perspektif kebijakan publik, kebersihan lingkungan diposisikan sebagai fondasi strategis bagi ketahanan sosial, kesehatan publik, serta kualitas peradaban masyarakat.

Kerja bakti dipimpin langsung oleh


Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra dan diikuti seluruh pejabat utama Polres Demak, serta sekitar 150 personel dari berbagai satuan fungsi, bagian, seksi, hingga jajaran Polsek. Sinergi juga terbangun dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak, perangkat Desa Cabean, dan unsur masyarakat setempat, sehingga kegiatan ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor yang inklusif dan partisipatif.

Dalam keterangannya, Kapolres Demak menegaskan bahwa gerakan bersih lingkungan merupakan bentuk dukungan konkret Polri terhadap kebijakan strategis pemerintah pusat, sekaligus bagian dari transformasi peran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi motor penggerak kesadaran sosial.


Kerja bakti ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah, khususnya Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kewajiban moral seluruh elemen bangsa,” ujar AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra.

Kapolres menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam taklimat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 menekankan pentingnya Gerakan Indonesia ASRI sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan hidup yang bersih, sehat, tertata, dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Presiden juga menyoroti persoalan sampah sebagai problem struktural yang semakin kompleks. Hampir seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di berbagai daerah diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028 apabila tidak dilakukan intervensi kebijakan yang serius, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Menurut Kapolres, realitas tersebut menuntut perubahan paradigma dalam pengelolaan lingkungan, dari pendekatan reaktif menuju strategi preventif dan partisipatif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi saja, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa institusi pemerintah harus menjadi teladan dalam membangun budaya bersih dan disiplin lingkungan. Keteladanan institusional, menurutnya, merupakan kunci dalam membentuk kesadaran kolektif masyarakat.

“Kebersihan lingkungan harus dimulai dari institusi pemerintah dan dilakukan secara bersama-sama agar dapat menjadi contoh nyata bagi masyarakat. Dari keteladanan itulah lahir kesadaran publik yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cabean, Ahmad Sholikin, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Polres Demak dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak. Ia menilai kolaborasi tersebut sebagai model partisipasi lintas institusi yang efektif dalam menggerakkan masyarakat.

“Kami mengapresiasi sinergi antara Polres Demak dan DLH Kabupaten Demak. Kegiatan ini sejalan dengan program Presiden dan akan kami lanjutkan di tingkat desa dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Gerakan kebersihan ini akan kami jadikan agenda rutin agar kesadaran masyarakat terus tumbuh,” ujarnya.

Secara sosiologis, gerakan bersih lingkungan yang digagas Polres Demak merefleksikan transformasi pendekatan keamanan yang lebih humanis dan partisipatif. Polri tidak lagi diposisikan semata sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai mitra strategis masyarakat dalam membangun kualitas hidup, solidaritas sosial, dan ketahanan komunitas.

Di tengah tantangan urbanisasi, pertumbuhan penduduk, dan meningkatnya volume sampah, gerakan semacam ini memiliki signifikansi strategis dalam membangun ekosistem sosial yang sehat. Kebersihan lingkungan bukan hanya persoalan estetika, melainkan juga fondasi bagi kesehatan publik, stabilitas sosial, serta keberlanjutan pembangunan.


Melalui kegiatan kerja bakti ini, Polres Demak menegaskan bahwa agenda pelestarian lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari agenda keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam perspektif pembangunan nasional, lingkungan yang bersih dan tertata merupakan prasyarat bagi terciptanya masyarakat yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing.

Gerakan Indonesia ASRI, dalam konteks ini, tidak sekadar slogan, melainkan panggilan moral dan politik untuk membangun kesadaran kolektif bangsa. Aksi Polres Demak menjadi representasi bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah konkret di tingkat lokal, melalui kolaborasi, keteladanan, dan kebersamaan.

Dengan mengintegrasikan nilai kebersihan, solidaritas sosial, dan tanggung jawab institusional, Polres Demak menghadirkan pesan kuat


bahwa menjaga lingkungan hidup adalah bagian dari menjaga masa depan bangsa. Dari TPS Desa Cabean, sebuah pesan nasional digaungkan: Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah hanya dapat terwujud melalui kerja bersama seluruh elemen bangsa.

Punkasnya,Munthohar.Mukti.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update