Peresmian dipimpin langsung Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Kompol Slamet Riyanto, S.H., M.H., jajaran Pejabat Utama (PJU), serta unsur Forkopimcam Ngawen. Momentum ini tidak sekadar seremoni infrastruktur, melainkan representasi konkret implementasi semangat Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) sebagaimana menjadi arah kebijakan institusional Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendekatkan diri kepada masyarakat.
Jembatan sepanjang 15 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut diselesaikan dalam kurun waktu 40 hari melalui sinergi personel kepolisian dan partisipasi gotong royong warga. Model kolaboratif ini memperlihatkan paradigma pembangunan berbasis kemitraan, di mana Polri tidak hanya berperan sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan sosial di wilayah pedesaan.
Dalam sambutannya, AKBP Wawan Andi Susanto menegaskan bahwa renovasi jembatan merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap agenda pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pemerataan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Alhamdulillah, hari ini kita resmikan Jembatan Presisi di Desa Jetakwanger. Semoga keberadaannya memperlancar akses anak-anak menuju sekolah dan memudahkan distribusi hasil pertanian warga. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dukung Akses Pendidikan dan Transformasi Sosial
Dari perspektif sektor pendidikan, perbaikan jembatan ini memiliki signifikansi strategis. Sebelumnya, kondisi jembatan yang rawan longsor menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua dan pelajar yang setiap hari melintas. Kini, akses menuju sekolah menjadi lebih aman dan efisien.
Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Polres Blora dalam memperkuat infrastruktur penunjang pendidikan. Menurutnya, konektivitas wilayah menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan proses belajar mengajar, terutama di kawasan pedesaan.
“Ketersediaan akses yang aman sangat menentukan konsistensi kehadiran siswa di sekolah. Kami mengapresiasi langkah Polres Blora yang telah berkontribusi nyata dalam mendukung ekosistem pendidikan,” ungkapnya.
Urat Nadi Ekonomi Warga
Kepala Desa Jetakwanger, Suyono, menyebut jembatan tersebut sebagai urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Sebelum renovasi dilakukan, kerusakan struktur penyangga menimbulkan risiko keselamatan, terutama saat musim hujan.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian jajaran Polres Blora. Jembatan ini vital bagi warga, baik untuk anak-anak sekolah maupun untuk distribusi hasil pertanian. Kini masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat setempat, Suparmin, mengapresiasi keterlibatan langsung personel kepolisian dalam proses pembangunan. Ia menilai pendekatan partisipatif tersebut memperkuat ikatan emosional antara aparat dan warga.
“Kami bangga melihat anggota Polri turun langsung bekerja bersama masyarakat. Ini bukan hanya membangun jembatan fisik, tetapi juga membangun jembatan kebersamaan dan kepercayaan,” ujarnya.
Simbol Sinergi dan Harapan
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kapolres Blora bersama perangkat desa sebagai simbol bahwa jembatan telah siap digunakan secara penuh. Warga yang hadir menyampaikan harapan agar Polres Blora terus berkembang dan konsisten menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Secara lebih luas, peresmian Jembatan Presisi ini mencerminkan praktik kehumasan institusi yang adaptif dan solutif—menempatkan Polri sebagai bagian integral dari sistem pembangunan daerah. Di tengah dinamika sosial dan tantangan pembangunan wilayah, langkah konkret seperti ini menjadi wujud nyata bahwa keamanan, pendidikan, dan ekonomi merupakan tiga pilar yang saling terhubung dalam membangun ketahanan nasional dari tingkat desa.
Dengan diresmikannya Jembatan Presisi di Ngawen, harapan baru tumbuh di tengah masyarakat: akses yang lebih baik, pendidikan yang lebih terjamin, serta roda ekonomi yang bergerak semakin produktif—sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, inklusif, dan berkeadilan.
Punkasnya,Hari.gareng.







