Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Persiapan Mudik Idul Fitri 1447 H, Polda Jawa Tengah Matangkan Program “Valet and Ride” sebagai Solusi Aman Pemudik Roda Dua

Sabtu, 28 Februari 2026 | Februari 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-28T00:08:09Z

MNI|Brebes, Jawa Tengah – Menyongsong arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Jawa Tengah terus mengintensifkan langkah-langkah strategis guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat. Salah satu inovasi pelayanan publik yang kembali dimatangkan adalah program “Valet and Ride”, sebuah skema transportasi terpadu yang dirancang khusus bagi pemudik pengguna sepeda motor.

Pembahasan teknis program tersebut dilaksanakan dalam rapat koordinasi di Aula Rupatama Tantya Sudhirajati Polres Brebes, Jumat (27/02/2026). Rapat dipimpin oleh Karo Ops Polda Jawa Tengah Kombes Pol Basya Radyananda, didampingi Dir Samapta Kombes Pol Dr. Risto Samodra serta Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah. Turut hadir para Kapolres, Kabag Ops, dan Kasat Lantas jajaran Rayon Wilayah Pekalongan sebagai bagian dari konsolidasi lintas satuan.

Solusi Humanis dan Preventif

Program “Valet and Ride” merupakan implementasi pendekatan preventif dan humanis dalam pengamanan mudik. Skema ini memungkinkan sepeda motor pemudik diangkut menggunakan truk towing, sementara pemiliknya diberangkatkan dengan armada bus menuju kampung halaman. Model ini dinilai efektif menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan, overkapasitas kendaraan, maupun risiko perjalanan jarak jauh yang kerap dihadapi pemudik roda dua.

Kebijakan tersebut selaras dengan arah kebijakan Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendorong rekayasa lalu lintas yang adaptif serta pengurangan angka fatalitas kecelakaan selama periode puncak mobilitas masyarakat.

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menyatakan kesiapan jajarannya sebagai titik pusat (check point) pelaksanaan kegiatan di wilayah Brebes. Lokasi dipusatkan di area Nasmoco Brebes yang dinilai representatif dari sisi kapasitas parkir, aksesibilitas, serta dukungan fasilitas pendukung lainnya.

“Kami berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program ini agar berjalan lebih optimal. Sinergi seluruh jajaran menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Target dan Skema Pelaksanaan

Berdasarkan perencanaan, program “Valet and Ride” akan berlangsung pada 13 hingga 19 Maret 2026. Tahun ini ditargetkan sebanyak 1.447 pemudik dengan 1.078 unit sepeda motor dapat terlayani. Keberangkatan dibagi dalam tiga gelombang setiap hari, yakni pukul 10.00 WIB, 13.00 WIB, dan 16.00 WIB, dengan dukungan armada bus dan truk towing dari masing-masing Polres jajaran.

Karo Ops menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dari pelaksanaan tahun sebelumnya, terutama dalam aspek penjaringan peserta di titik-titik krusial seperti Simpang Jalingkut Wanasari. Ia meminta agar sosialisasi diperluas melalui media sosial, publikasi digital, serta pemasangan spanduk di jalur-jalur strategis arus mudik.

“Program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan manifestasi pelayanan presisi. Kita ingin lebih banyak masyarakat mengetahui dan memanfaatkan fasilitas ini,” tegasnya.

Senada, Dir Samapta menambahkan bahwa aspek profesionalitas dan visualisasi institusi juga menjadi perhatian. Kerapian atribut personel, keseragaman kendaraan operasional, hingga tata kelola lokasi pemberangkatan harus mencerminkan kesiapan organisasi dalam memberikan pelayanan prima.

Komitmen Pelayanan Presisi

Secara kelembagaan, program “Valet and Ride” mencerminkan komitmen transformasi pelayanan publik di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang semakin adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret berbasis mitigasi risiko.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa keselamatan pemudik menjadi prioritas utama selama musim Lebaran. Menurutnya, keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil kolaborasi antara negara dan masyarakat.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki alternatif mudik yang lebih aman dan nyaman. Kami mengajak seluruh pemudik roda dua untuk memanfaatkan fasilitas ‘Valet and Ride’ serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi Polda Jawa Tengah,” ujarnya.

Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, diharapkan pelaksanaan mudik Idul Fitri 1447 H di wilayah Jawa Tengah dapat berlangsung tertib, lancar, dan berkeselamatan. Program “Valet and Ride” menjadi simbol

kehadiran negara dalam mengawal perjalanan spiritual masyarakat menuju kampung halaman—agar setiap langkah mudik bermuara pada kebahagiaan, keselamatan, dan keberkahan.

Punkasnya,Eko.Mukti.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update