Apel kesiapsiagaan tersebut dilaksanakan secara terintegrasi, mencakup personel Batalyon A hingga D, serta pemeriksaan sarana dan prasarana operasional, mulai dari kendaraan Water Treatment, mobil Dapur Lapangan, perlengkapan pencarian dan pertolongan (SAR), hingga unit penjinak bahan peledak (Jibom). Langkah ini menegaskan kesiapan Brimob dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan maupun situasi kontinjensi kebencanaan.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Jateng, Kombes Pol Noor Hudaya, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan bentuk akuntabilitas moral dan profesional satuan terhadap masyarakat Jawa Tengah.
“Hari ini kami memastikan seluruh jajaran, mulai dari unsur staf hingga unit gerak cepat di lapangan, berada dalam kondisi prima. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin bahwa kapan pun masyarakat membutuhkan kehadiran negara—baik dalam situasi gangguan keamanan maupun bencana alam—Brimob siap bergerak dalam hitungan menit,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ketegasan dan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, seluruh perlengkapan taktis yang dimiliki satuan bukanlah simbol kekuatan semata, melainkan instrumen perlindungan bagi rakyat.
Peralatan yang kita miliki, mulai dari tameng hingga kendaraan taktis, adalah alat untuk melindungi masyarakat. Saya tekankan kepada seluruh personel agar menjaga disiplin, merawat perlengkapan dengan penuh tanggung jawab, dan mengedepankan empati dalam setiap pelaksanaan tugas. Keamanan Jawa Tengah adalah prioritas, namun kenyamanan batin masyarakat adalah tujuan akhir pengabdian kita,” tambahnya.Apel yang diikuti ratusan personel tersebut mencerminkan soliditas dan integritas Brigade Mobil di bawah kendali Polda Jawa Tengah. Kesiapan operasional yang teruji menjadi fondasi penting dalam menjaga kondusivitas wilayah, terlebih di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Senada dengan hal itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa gelar pasukan ini merupakan strategi preventif Polri guna memberikan rasa aman secara berkelanjutan kepada masyarakat.
“Apel kesiapsiagaan yang dilaksanakan oleh rekan-rekan Brimob adalah bentuk jaminan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polda Jawa Tengah tetap dalam kendali. Masyarakat tidak perlu khawatir dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kami hadir agar warga dapat beristirahat dengan tenang dan bekerja dengan nyaman,” tegasnya.
Dukungan masyarakat terhadap langkah proaktif Polri pun terus mengalir. Kehadiran aparat yang sigap, profesional, dan humanis menjadi refleksi nyata dari transformasi pelayanan publik yang berorientasi pada perlindungan dan pengayoman.
Dengan kesiapan personel dan alutsista yang terjaga optimal, Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk senantiasa berdiri di garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Harapannya, sinergi antara aparat dan masyarakat akan semakin memperkokoh ketahanan sosial serta mewujudkan situasi yang aman, damai, dan berkeadilan.Punkasnya,Eko Mukti.





