Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkab Sumenep Perkuat Integritas Aparatur Melalui Pengajian Rutin Ramadan di Masjid Pemkab Sumenep

Jumat, 27 Februari 2026 | Februari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T04:59:10Z

MNI|Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus meneguhkan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pengajian rutin Ramadan pekan kedua yang digelar di Masjid Pemkab Sumenep pada Jumat, 27 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan rohani aparatur yang terintegrasi dalam pola penguatan sumber daya manusia di lingkungan Pemkab Sumenep. Pengajian diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur TNI, Polri, serta pegawai di lingkup pemerintah daerah sebagai upaya kolektif membangun karakter aparatur yang berlandaskan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.

Penguatan Spiritual sebagai Fondasi Pelayanan Publik

Dalam konteks kehumasan pemerintahan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan instrumen pembinaan mental spiritual yang diarahkan untuk menopang integritas birokrasi. Ramadan dimaknai sebagai momentum strategis untuk melakukan refleksi diri, memperkuat etika kerja, serta membangun kesadaran kolektif bahwa pelayanan publik adalah amanah konstitusional sekaligus amanah moral.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat dan reflektif, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang memberikan penguatan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan pribadi maupun kedinasan.

Tausiyah pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Kiai Sudarso, yang menekankan pentingnya keselarasan antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual dalam menjalankan amanah jabatan. Ia mengingatkan bahwa jabatan publik bukan sekadar ruang administratif, melainkan ruang pengabdian yang akan dipertanggungjawabkan secara moral dan religius.

Sinergi Ketakwaan dan Kinerja

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Sumenep, Kamiludin, S.Pd.I., M.AP, dalam keterangannya menegaskan bahwa pengajian rutin Ramadan merupakan bagian dari visi pembinaan aparatur berbasis nilai-nilai religius.

Menurutnya, peningkatan ketakwaan harus berjalan selaras dengan peningkatan kinerja pelayanan publik. Aparatur yang memiliki kedalaman spiritual diyakini akan lebih berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan.

“Momentum Ramadan menjadi ruang pembinaan yang sangat efektif untuk memperkuat mental spiritual aparatur. Ketakwaan yang tumbuh secara personal harus teraktualisasi dalam bentuk pelayanan publik yang jujur, transparan, dan profesional,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan pengajian ini dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap hari Jumat selama bulan suci Ramadan, sehingga pembinaan rohani dapat berjalan berkesinambungan dan berdampak sistemik terhadap budaya kerja di lingkungan Pemkab Sumenep.

Mewujudkan Birokrasi Berakhlak dan Humanis

Dalam perspektif pembangunan daerah, penguatan dimensi rohani aparatur merupakan bagian dari upaya membentuk birokrasi yang humanis dan berorientasi pada nilai. Pemerintah daerah menyadari bahwa reformasi birokrasi tidak hanya menyentuh aspek regulasi dan sistem, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter individu aparatur.

Melalui pengajian rutin Ramadan ini, Pemkab Sumenep berupaya menghadirkan keseimbangan antara profesionalisme dan religiusitas, sehingga tercipta aparatur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas moral dan kepedulian sosial.

Dengan demikian, Ramadan tidak hanya menjadi ritual tahunan, melainkan momentum transformasi diri bagi setiap aparatur untuk menghadirkan kinerja yang lebih berkualitas, pelayanan yang lebih empatik, serta tata kelola pemerintahan yang semakin berintegritas di Kabupaten Sumenep.

Tutupnya,Ref,ngusman.tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update