Kegiatan ini menyasar warga kurang mampu serta keluarga yang bermukim di sepanjang kawasan rel kereta api, wilayah yang secara sosial dan geografis memiliki tingkat kerentanan tertentu terhadap risiko keselamatan. Program Jumat Berkah menjadi bagian integral dari strategi komunikasi publik Polri dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat sekaligus memperluas jangkauan sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026 secara langsung melalui pendekatan door to door.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Blora Kompol Slamet Riyanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi paradigma pemolisian modern yang menempatkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat sebagai orientasi utama.
“Momentum Jumat Berkah kami manfaatkan untuk berbagi sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Di sisi lain, kami juga mengingatkan warga agar tetap waspada karena tinggal di sekitar jalur rel kereta api yang memiliki potensi risiko tinggi,” ujar Kompol Slamet Riyanto.
Dalam pelaksanaannya, personel Polres Blora membagikan paket sembako dan kebutuhan pokok kepada warga penerima manfaat. Kegiatan tersebut tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga diintegrasikan dengan edukasi mengenai tertib berlalu lintas, penggunaan helm standar, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, serta pentingnya perilaku berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Edukasi keselamatan ini selaras dengan tujuan utama Operasi Keselamatan Candi 2026, yakni menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, meningkatkan disiplin pengguna jalan, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di ruang publik jalan raya.
Respons positif pun datang dari masyarakat. Salah satu warga Kedung Jenar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Polri yang tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra sosial masyarakat.
“Kami merasa sangat terbantu. Selain menerima bantuan, kami juga diingatkan untuk lebih berhati-hati saat berkendara. Kehadiran polisi di lingkungan kami terasa dekat dan peduli,” tutur warga setempat.
Secara kelembagaan, kegiatan Jumat Berkah mencerminkan sinergi antara fungsi lalu lintas, fungsi pembinaan masyarakat, dan fungsi kehumasan Polri. Pendekatan integratif tersebut menjadi bagian dari strategi Korlantas Polri dalam menginternalisasi nilai keselamatan lalu lintas sebagai tanggung jawab kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari individu pengguna jalan hingga komunitas sosial di tingkat lokal.
Lebih jauh, Polres Blora menempatkan kegiatan sosial sebagai instrumen penting dalam membangun kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi kepolisian. Melalui interaksi langsung yang bersifat persuasif, komunikatif, dan edukatif, Polri berupaya menghadirkan wajah pelayanan publik yang inklusif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Momentum Operasi Keselamatan Candi 2026 dengan demikian tidak hanya dipahami sebagai operasi kepolisian dalam kerangka penegakan hukum lalu lintas, tetapi juga sebagai ruang transformasi sosial untuk memperkuat literasi keselamatan, solidaritas sosial, serta partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeadaban.
Seluruh rangkaian kegiatan Jumat Berkah di kawasan Kedung Jenar berlangsung dalam suasana hangat, tertib, dan penuh semangat
kebersamaan. Polres Blora berharap pendekatan humanis yang dikombinasikan dengan edukasi keselamatan lalu lintas dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan visi zero accident, sekaligus memperkuat harmoni antara Polri dan masyarakat di Kabupaten Blora.Punkasnya,hari.lestari.


