Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Minggu, 22 Februari 2026 | Februari 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-21T21:23:18Z

 

MNI|Banyumas, Jawa Tengah — Komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat kembali ditunjukkan melalui langkah preventif aparat kepolisian di wilayah Kabupaten Banyumas. Personel gabungan dari Polsek Rawalo bersama Unit 2 Satintelkam Polresta Banyumas berhasil menggagalkan dugaan aksi tawuran berkedok “perang sarung” yang melibatkan sejumlah remaja di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Sabtu (21/2/2026) dini hari.

Sebanyak 15 remaja diamankan sekitar pukul 00.15 WIB di ruas Jalan Raya Rawalo–Purwokerto, tepatnya di depan salah satu sekolah menengah kejuruan setempat. Penindakan tersebut dilakukan setelah kepolisian menerima laporan masyarakat mengenai adanya dua kelompok remaja yang diduga telah bersepakat untuk melakukan perkelahian.

Kapolresta Banyumas Petrus Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa langkah cepat personel di lapangan merupakan bentuk kehadiran negara dalam mencegah terjadinya eskalasi konflik yang berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun keresahan publik.

“Personel yang tengah melaksanakan patroli rutin langsung bergerak ke lokasi setelah menerima informasi dari warga. Tindakan ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan fisik yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar,” ujar Kombes Pol Petrus Silalahi.

Berawal dari Tantangan Media Sosial

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa rencana aksi tersebut berawal dari tantangan yang disebarkan melalui media sosial. Salah satu remaja diduga mengunggah ajakan bertuliskan “P Sarung??” yang kemudian direspons oleh kelompok lain, hingga berkembang menjadi kesepakatan untuk melakukan perkelahian antar kelompok remaja dari wilayah Bonjok Wetan dan Bonjok Kulon.

Bahkan, dua hari sebelumnya kedua kelompok sempat bertemu di Lapangan Tambaknegara dan melakukan aksi serupa. Namun karena kalah jumlah, salah satu kelompok memilih melarikan diri setelah dikejar oleh kelompok lawan. Tantangan kembali berlanjut hingga direncanakan pertemuan lanjutan pada Jumat (20/2) malam, sebelum akhirnya berhasil digagalkan oleh patroli kepolisian.

Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan 14 unit sepeda motor serta 14 unit telepon genggam berbagai merek yang diduga digunakan untuk sarana komunikasi dan mobilisasi para remaja. Seluruh barang tersebut diamankan sebagai bagian dari proses pemeriksaan dan pendalaman.

Seorang warga yang melaporkan kejadian tersebut mengungkapkan bahwa praktik perang sarung kerap kali tidak lagi bersifat permainan tradisional semata.

“Awalnya terlihat seperti permainan, tetapi sering kali di dalam sarung diisi benda keras. Kalau dibiarkan, sangat berbahaya dan bisa melukai,” ungkapnya.

Pembinaan dan Peran Orang Tua

Saat ini, ke-15 remaja tersebut telah diamankan di Mapolsek Rawalo untuk menjalani proses pendataan dan pembinaan lebih lanjut. Kepolisian juga memanggil orang tua atau wali masing-masing remaja guna diberikan pemahaman, sekaligus membuat surat pernyataan sebagai komitmen agar tidak mengulangi perbuatan serupa yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolresta Banyumas menegaskan bahwa pendekatan pembinaan tetap dikedepankan, mengingat para pelaku masih berstatus pelajar dan remaja. Namun demikian, Polri tidak akan ragu mengambil langkah hukum apabila tindakan serupa berujung pada tindak pidana.

“Momentum bulan Ramadan seharusnya diisi dengan kegiatan positif, produktif, dan bernilai ibadah. Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari, agar tidak terjerumus dalam kegiatan negatif yang dapat merugikan masa depan mereka,” tegas Kombes Pol Petrus Silalahi.

Dengan digagalkannya aksi tersebut, Polresta Banyumas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan patroli rutin dan respons cepat berbasis laporan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Polri secara nasional dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya selama bulan suci Ramadan, demi terwujudnya rasa aman dan ketenteraman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Punkasnya,Mukti.tim

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update