Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kapolres Demak AKBP Samel Kawal Pembangunan Jembatan Vital di Guntur, Perkuat Konektivitas Desa dan Keselamatan Warga

Selasa, 24 Februari 2026 | Februari 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-24T04:37:49Z

MNI|Demak, Jawa Tengah — Komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa terus diwujudkan secara konkret. Di Kabupaten Demak, jajaran kepolisian bersama pemerintah desa dan masyarakat menandai dimulainya pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Banjarejo, Kecamatan Guntur, Senin (23/2/2026). Pembangunan infrastruktur strategis tersebut mendapat pengawalan langsung Kapolres Demak, AKBP Samel, sebagai bagian dari peran aktif Polri dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan keselamatan publik.

Pembangunan jembatan sepanjang 25 meter yang melintasi Sungai Setu, Dukuh Gabus, ini menjadi akses vital penghubung antara Desa Banjarejo dan Desa Wonorejo. Keberadaan jembatan tersebut tidak hanya menopang mobilitas harian warga, tetapi juga berfungsi sebagai jalur alternatif distribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi, serta akses pendidikan dan layanan sosial masyarakat setempat.


Kapolres Demak menegaskan, pembangunan infrastruktur desa memiliki dimensi strategis yang melampaui aspek fisik semata. Menurutnya, konektivitas yang aman dan memadai berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan terpeliharanya stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya bersama mendukung program pemerintah pusat dalam memperkuat konektivitas desa. Ketika akses transportasi aman dan lancar, roda perekonomian bergerak, aktivitas masyarakat meningkat, dan situasi kamtibmas menjadi lebih kondusif,” ujar AKBP Samel.

Ia mengungkapkan, jembatan lama yang selama ini digunakan warga masih berdiri, namun kondisinya dinilai tidak lagi layak. Lebar jembatan yang sempit serta pagar pengaman yang rusak kerap memicu risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Dalam beberapa tahun terakhir, lokasi tersebut tercatat sebagai titik rawan kecelakaan lalu lintas.

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memastikan keselamatan warga. Infrastruktur yang aman adalah bagian dari perlindungan negara kepada masyarakat,” tegasnya.

Pengawalan pembangunan ini, lanjut Kapolres, juga sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, yang menekankan percepatan pembangunan infrastruktur hingga wilayah perdesaan sebagai fondasi pemerataan ekonomi dan penguatan ketahanan nasional.

Sementara itu, Kepala Desa Banjarejo, Ali Nusiswanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan seluruh pihak, khususnya jajaran kepolisian, dalam merealisasikan pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Jembatan ini sangat vital karena menjadi penghubung utama antar desa dan jalur alternatif warga. Setiap hari dilalui masyarakat untuk bekerja, sekolah, serta mengangkut hasil pertanian. Dengan dibangunnya jembatan baru, mobilitas akan lebih lancar dan risiko kecelakaan dapat ditekan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi jembatan lama yang sempit dan pagar pengamannya rusak kerap menimbulkan kekhawatiran warga saat melintas, terutama pada malam hari dan musim hujan.

“Kami bersyukur pembangunan akhirnya dapat dimulai. Pemerintah desa bersama masyarakat siap mendukung dan mengawal prosesnya agar berjalan sesuai rencana, tepat mutu, dan segera dapat dimanfaatkan dengan aman,” katanya.

Antusiasme warga pun tampak dalam kegiatan selamatan dimulainya pembangunan. Sejumlah warga menyampaikan rasa syukur dan harapan besar terhadap dampak positif pembangunan tersebut. Mereka menilai kehadiran infrastruktur yang memadai di desa menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.

Pembangunan Jembatan Merah Putih di Kecamatan Guntur ini diharapkan menjadi katalis penggerak ekonomi lokal, memperkuat akses antarwilayah, serta meningkatkan keselelamatan berlalu lintas. Dengan sinergi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat, pembangunan infrastruktur desa tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesejahteraan dan ketahanan sosial masyarakat Demak.

Punkasnya,Munthohar ,Aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update