Peresmian jembatan dilakukan setelah Polres Kebumen merampungkan proses perbaikan menyeluruh terhadap struktur jembatan yang sebelumnya berada dalam kondisi membahayakan. Kerusakan pada alas papan kayu yang lapuk dan longgar menyebabkan permukaan jembatan bergoyang saat dilalui, sementara sisi selatan jembatan kerap licin dan rawan kecelakaan, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga lanjut usia.
“Sebelum dibetulkan, papan jembatan jika diinjak terasa bergerak dan seperti mau lepas. Kalau anak-anak lewat, orang tua selalu was-was,” ungkap Mulyadi, karyawan SDN 2 Bandung, menggambarkan kondisi jembatan sebelum dilakukan perbaikan.
Jembatan ini tidak hanya dimanfaatkan warga Desa Bandung, tetapi juga menjadi jalur utama masyarakat dari Desa Tanahsari hingga wilayah Kecamatan Alian. Tanpa jembatan tersebut, warga harus memutar sejauh kurang lebih dua kilometer untuk mencapai pusat aktivitas pendidikan, ibadah, dan ekonomi. Dengan panjang sekitar 46 meter dan lebar 1,7 meter, jembatan ini memiliki nilai strategis tinggi dalam menunjang kehidupan sosial masyarakat pedesaan.
Secara historis, jembatan tersebut pertama kali dibangun pada 1994 dengan material bambu. Seiring waktu, jembatan sempat beberapa kali mengalami perbaikan terbatas, termasuk penggantian alas papan kayu pada 2010. Namun, hampir satu dekade terakhir tidak dilakukan perbaikan signifikan, hingga kondisi jembatan kembali mengalami degradasi dan membahayakan keselamatan pengguna.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan bahwa Jembatan Presisi Desa Bandung dipilih karena fungsinya yang sangat vital bagi masyarakat. Dalam perbaikannya, Polres Kebumen mengganti struktur besi yang telah aus serta mengganti alas papan kayu dengan plat bordes guna meningkatkan kekuatan, stabilitas, dan keamanan jembatan.
“Kami mengganti struktur besi dan alas papan kayu dengan plat bordes agar lebih kuat dan aman dilalui. Harapannya, jembatan ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Bupati Kebumen yang turut hadir dalam peresmian tersebut menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, keberadaan jembatan ini memiliki peran penting dalam mendukung akses pendidikan, kegiatan ibadah, serta pergerakan ekonomi warga.
“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat. Alhamdulillah sekarang sudah diperbaiki. Atas nama Pemerintah Kabupaten Kebumen dan warga Desa Bandung, kami mengucapkan terima kasih. Kami juga berharap masyarakat dapat menjaga jembatan ini dan bergotong royong apabila terdapat kerusakan kecil,” tuturnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Bandung, Arif, menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan urat nadi kehidupan sosial warga. Hampir satu dekade lamanya masyarakat menantikan perbaikan menyeluruh agar akses pendidikan dan aktivitas harian dapat berjalan lebih aman dan lancar.
Peresmian jembatan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Kejaksaan, serta personel Kodim 0709/Kebumen. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial berupa tas, sepatu, dan perlengkapan sekolah kepada 30 murid SDN 1 dan SDN 2 Bandung.
Bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan, sekaligus penegasan bahwa pembangunan infrastruktur fisik harus berjalan seiring dengan penguatan sumber daya manusia sejak usia dini.
Dengan diresmikannya Jembatan Presisi Desa Bandung, Polri kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir sebagai penggerak solusi sosial dan pendidikan, sejalan dengan semangat
Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan, empati, dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.Punkasnya,Eko.Mukti.




