Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Harga Elpiji 3 Kilogram di Jepara Meroket hingga Rp30 Ribu, Warga Kian Tertekan di Awal Ramadan

Selasa, 24 Februari 2026 | Februari 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-24T07:54:04Z

MNI|Jepara, Jawa Tengah — Memasuki pekan pertama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat Kabupaten Jepara tengah diliputi kegelisahan. Harga gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram atau yang dikenal dengan sebutan elpiji melon mengalami lonjakan signifikan di sejumlah wilayah, bahkan menembus angka Rp30.000 per tabung. Kondisi ini menambah beban ekonomi rumah tangga, khususnya bagi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada energi bersubsidi tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan, kenaikan harga elpiji 3 kilogram tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan merata di berbagai kecamatan. Di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, harga elpiji melon berada pada kisaran Rp27.000 hingga Rp28.000 per tabung. Harga tersebut telah bertahan selama lebih dari sepekan terakhir dan jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Saya biasanya beli di warung Rp25.000, itu saja sudah termasuk mahal. Sekarang sudah Rp27.000, bahkan kadang tidak kebagian,” ujar Faidha, seorang ibu rumah tangga warga Desa Jambu, Selasa (24/2/2026).

Selain mahal, ketersediaan elpiji 3 kilogram juga semakin sulit diperoleh. Menurut warga, hanya beberapa warung tertentu yang masih menyediakan stok, itupun dalam jumlah terbatas. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga berkeliling dari satu pengecer ke pengecer lain demi mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak sahur dan berbuka puasa.

Situasi serupa, bahkan lebih memprihatinkan, terjadi di Desa Cepogo, Kecamatan Kembang. Di wilayah ini, harga elpiji 3 kilogram dilaporkan menembus Rp30.000 per tabung, angka yang dinilai sangat memberatkan masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro.

“Kalau sudah Rp30.000, kami benar-benar berat. Gas itu kebutuhan pokok, apalagi saat Ramadan seperti sekarang,” keluh salah satu warga setempat.

Dampak Sosial dan Tekanan Ekonomi

Lonjakan harga elpiji 3 kilogram di Jepara dinilai memiliki dampak sosial yang cukup serius. Elpiji melon selama ini menjadi tumpuan utama masyarakat berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga. Kenaikan harga yang tidak terkendali berpotensi menekan daya beli, mempersempit ruang konsumsi, serta memicu keresahan sosial di tengah momentum keagamaan yang seharusnya berlangsung khidmat dan tenang.

Sejumlah warga juga mengeluhkan ketidakpastian pasokan yang memicu praktik penjualan dengan harga tinggi di tingkat pengecer. Minimnya stok di pangkalan resmi membuat masyarakat terpaksa membeli di warung dengan harga yang jauh lebih mahal.

Harapan pada Pemerintah dan Pengawasan Distribusi

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Pertamina dan instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi elpiji 3 kilogram. Pengawasan terhadap pangkalan dan pengecer dinilai perlu diperketat guna mencegah penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat.

Selain itu, warga juga mendorong adanya operasi pasar, penambahan kuota pasokan selama Ramadan, serta penegakan aturan harga sesuai ketentuan yang berlaku, agar subsidi energi benar-benar tepat sasaran.

Penutup

Kenaikan harga elpiji 3 kilogram di Jepara hingga menembus Rp30.000 per tabung menjadi potret nyata persoalan distribusi dan pengawasan energi bersubsidi di tingkat daerah. Di tengah suasana Ramadan yang sarat nilai kesederhanaan dan kepedulian sosial, masyarakat berharap negara hadir memberikan solusi konkret, sehingga kebutuhan dasar rakyat dapat terpenuhi secara adil dan terjangkau.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, dikhawatirkan beban ekonomi masyarakat akan semakin berat dan berpotensi mengganggu stabilitas sosial di daerah.

Apabila diperlukan, berita ini dapat disesuaikan untuk rilis investigatif, tajuk ekonomi daerah, atau laporan khusus energi bersubsidi sesuai kebutuhan redaksi media nasional.

Punkasnya,Eko.mukti.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update