MNI|Pati, Rabu (18/2/2026) — Komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik terus ditunjukkan oleh Polresta Pati melalui Satlantas Polresta Pati. Melalui program Polantas Menyapa yang digelar di area Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas), jajaran kepolisian menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan tertib secara administratif, tetapi juga sarat edukasi, transparan, serta bebas dari praktik pungutan liar.
Sejak pagi, personel Satlantas aktif menyapa dan mendampingi para pemohon SIM. Mereka memberikan penjelasan komprehensif mengenai seluruh tahapan pembuatan SIM baru—mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, ujian teori, hingga praktik berkendara. Pendekatan persuasif dan komunikatif ini dirancang untuk memastikan setiap pemohon memahami prosedur secara utuh, sekaligus menghilangkan kebingungan yang kerap menjadi celah penyimpangan.
Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menegaskan bahwa Polantas Menyapa merupakan manifestasi nyata transparansi pelayanan. Menurutnya, kejelasan informasi adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. “Kami memastikan seluruh tahapan pembuatan SIM dipahami dengan baik oleh pemohon, sehingga tidak ada ruang bagi praktik yang tidak sesuai aturan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelayanan publik harus dilandasi sikap ramah, profesional, dan solutif. “Petugas tidak sekadar menjalankan administrasi, melainkan hadir sebagai pendamping masyarakat. Dengan pendekatan humanis, proses pelayanan menjadi lebih tertib, lancar, dan berkeadilan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Riki juga menegaskan komitmen bebas pungli. Seluruh biaya penerbitan SIM telah ditetapkan sesuai ketentuan resmi. “Tidak ada biaya tambahan di luar aturan. Apabila masyarakat menemukan indikasi pungutan liar, segera laporkan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa penerbitan SIM tidak boleh dipandang sebatas formalitas. “SIM adalah bukti kompetensi berkendara. Karena itu, edukasi tentang aturan dan etika berlalu lintas menjadi bagian tak terpisahkan dari pelayanan,” katanya. Edukasi ini, lanjutnya, penting untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab pengguna jalan.
Selain penjelasan administratif, petugas juga menyampaikan imbauan keselamatan berlalu lintas—mulai dari kewajiban penggunaan helm berstandar SNI, sabuk pengaman, hingga kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan. Upaya ini diharapkan berkontribusi pada penurunan pelanggaran dan angka kecelakaan lalu lintas.
Sejumlah warga yang mengurus SIM menyampaikan apresiasi atas suasana pelayanan yang terbuka dan bersahabat. Penjelasan yang sistematis serta pendampingan langsung dinilai membantu mempercepat proses sekaligus memberi pemahaman yang lebih baik.
Melalui Polantas Menyapa, Satlantas Polresta Pati meneguhkan arah transformasi pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya. Program ini dirancang berkelanjutan sebagai budaya kerja—menghadirkan layanan SIM yang cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keselamatan—sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri di Pati.
Punkasnya,adi.tim



