Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dandim Grobogan Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Yon TP Kedua di Kawasan Perhutani Desa Tambakselo

Kamis, 26 Februari 2026 | Februari 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-26T03:14:32Z

MNI|GROBOGAN — Komandan Kodim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto melaksanakan peninjauan lapangan terhadap lokasi rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) kedua yang direncanakan berada di kawasan hutan Perhutani, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Rabu (25/2/2026).

Peninjauan ini merupakan bagian dari tahapan awal perencanaan strategis pembangunan satuan teritorial baru TNI AD yang mengedepankan sinergi pertahanan negara, percepatan pembangunan wilayah, serta pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan. Yon TP kedua tersebut direncanakan menyusul keberadaan Yon TP pertama yang telah dibangun di Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, dengan nama Yonif TP 88 Satria Ki Ageng Selo.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim Grobogan didampingi jajaran manajemen kehutanan dari Perhutani KPH Purwodadi, di antaranya Waka Adm KPH Purwodadi Henry Kristiawan, S.Hut., Kasi Perencanaan dan Sistem Aset (PSA) Triyana, Asper BKPH Karangasem Aris Supriyanto, S.Hut., serta KRPH Tambakselo Muhtadi. Turut hadir pula unsur TNI dan pemerintah desa, termasuk Danramil 07/Wirosari yang diwakili Pelda Kurniawan, Pasilog Kodim Kapten Arh Hari Darmawan, Pa Sandi Lettu Inf Sukirman, Danunit Intel Letda Inf Bambang Riyanto, Kepala Desa Tambakselo Sareh Joko Prasetyo, staf Ops dan Log Kodim 0717/Grobogan, serta Babinsa setempat.

Adapun lokasi yang ditinjau merupakan kawasan hutan produksi Perhutani yang terbagi dalam tiga petak, yakni Petak 130 B seluas 25,10 hektare, Petak 130 C seluas 5,20 hektare, serta Petak 127 C seluas 21,80 hektare. Dengan demikian, total luasan lahan yang direncanakan untuk mendukung pembangunan Yon TP mencapai 52,1 hektare dan berbatasan langsung dengan wilayah Desa Tambakselo.

Letkol Inf Wefri Sandiyanto menjelaskan bahwa kegiatan peninjauan ini difokuskan pada pemetaan kesiapan lahan secara menyeluruh, meliputi kejelasan batas wilayah, kondisi topografi, aksesibilitas, serta kesesuaian antara data spasial pada peta dengan kondisi faktual di lapangan.

“Peninjauan ini masih berada pada tahap awal. Bersama pihak-pihak terkait, kami memastikan kesiapan lahan, memetakan kondisi fisik melalui dokumentasi udara, serta menilai aspek strategis lokasi, termasuk agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar dan tetap memiliki akses jalan yang memadai,” ujar Dandim Grobogan.

Ia menegaskan bahwa proses perencanaan pembangunan Yon TP dilaksanakan secara hati-hati dan terkoordinasi, mengingat lokasi berada di kawasan hutan negara yang pengelolaannya harus tetap memperhatikan prinsip tata kelola kehutanan, kelestarian lingkungan, serta kepentingan sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan.

“Hasil peninjauan ini akan kami laporkan kepada komando atas sebagai bahan pertimbangan untuk tahapan berikutnya, sambil menunggu arahan dan instruksi lanjutan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Letkol Wefri menyampaikan bahwa sesuai rencana strategis, di wilayah Kabupaten Grobogan nantinya akan berdiri dua Batalyon Teritorial Pembangunan. Kehadiran Yon TP tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan pertahanan teritorial, tetapi juga sebagai motor pendukung percepatan pembangunan daerah, pembukaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta penguatan sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kehutanan.

“Yon TP diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan wilayah secara berkelanjutan, membantu pemberdayaan masyarakat, serta mendukung pengelolaan kawasan hutan yang selaras dengan kepentingan nasional,” pungkasnya.Shabar.aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update