Menurut Bupati, Ramadhan tidak hanya menjadi momentum spiritual dan keagamaan bagi masyarakat, tetapi juga periode meningkatnya mobilitas publik, perputaran ekonomi, serta aktivitas sosial yang memerlukan pengelolaan terpadu agar tetap berada dalam koridor ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama.
“Ramadhan hingga Idul Fitri selalu diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektoral harus diperkuat agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujar Eisti’anah, Senin (23/2/2026).
Bupati menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Demak sebagai daerah yang dikenal religius dan bersejarah tidak dapat dilepaskan dari sinergi seluruh elemen pemerintahan, lembaga negara, serta partisipasi aktif masyarakat. Semangat kebersamaan dan gotong royong dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat pembangunan daerah.
Ia menekankan pentingnya peran seluruh perangkat daerah dan instansi vertikal untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok, sebagai langkah konkret melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadhan. Selain itu, kesiapan infrastruktur, jalur transportasi, serta manajemen lalu lintas juga menjadi fokus perhatian guna menjamin kelancaran mobilitas masyarakat.
Di sektor pelayanan publik, Bupati meminta agar layanan kesehatan disiagakan secara optimal selama 24 jam, termasuk kesiapan tenaga medis, sarana prasarana, serta sistem rujukan yang responsif. Pengawasan terhadap pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan destinasi wisata juga harus diperketat demi menjaga keamanan, kenyamanan, serta perlindungan konsumen.
“Sinergi adalah kunci. Kita harus bergerak bersama, menyusun langkah yang komprehensif, cepat, dan tepat sasaran demi terwujudnya Demak yang semakin bermartabat, maju, dan sejahtera,” tegasnya.
Lebih lanjut, Eisti’anah menekankan bahwa pembangunan Demak tidak semata-mata berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, melainkan juga pada penguatan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keimanan dan kearifan lokal. Masyarakat Demak yang religius dan berpegang teguh pada prinsip keimanan diharapkan menjadi kekuatan moral dalam menjaga harmoni sosial serta ketertiban umum.
Dengan penguatan sinergi lintas sektor dan komitmen bersama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Demak optimistis mampu menghadirkan suasana Ramadhan dan Idul Fitri yang aman, khidmat, serta penuh keberkahan, sekaligus memperkokoh jati diri Demak sebagai daerah religius yang menjunjung tinggi persatuan dan kebersamaan.
Punkasnya,Mukti.aji.tim



