Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Tuntang, Polsek Godong Bersama BPBD dan Polres Grobogan Hadir Ringankan Beban Warga Desa Tinanding

Jumat, 20 Februari 2026 | Februari 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-20T02:26:50Z


 

MNI|Kabupaten Grobogan — Musibah banjir besar yang melanda wilayah Kabupaten Grobogan kembali menguji ketangguhan dan solidaritas sosial seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. Pada Senin, 16 Februari 2026, Desa Tinanding, Kecamatan Godong, menjadi salah satu titik terdampak paling parah akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang terjadi sekitar pukul 15.15 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan limpasan air berdebit tinggi menerjang kawasan permukiman warga dan akses jalan nasional Purwodadi–Semarang, sehingga jalur vital penghubung antardaerah tersebut lumpuh total. Banjir ini tercatat merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air mencapai ±60 sentimeter, sekaligus memutus aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat.

Kehadiran Negara di Tengah Bencana

Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat institusi negara terhadap penderitaan warga, jajaran Polsek Godong turut hadir langsung di lokasi terdampak. Dipimpin oleh AKP Suharto, S.H., aparat kepolisian menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat,Desa Tinanding.,turut prihatin juga  Kepaladesa tinading Bapak yono.selaku pemanku Desa

“Kami hadir sebagai wakil negara dan bagian dari masyarakat Godong. Bantuan yang kami serahkan memang tidak seberapa, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujar AKP Suharto di sela kegiatan penyaluran bantuan sosial.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polsek Godong melalui Kanit dan personel lapangan menyalurkan bantuan

sembako berupa mi instan dan kebutuhan pokok lainnya kepada warga terdampak. Bantuan ini menjadi simbol kehadiran negara yang humanis dan responsif di tengah kondisi darurat kebencanaan.

Apresiasi Warga dan Doa untuk Kepolisian

Rasa haru dan terima kasih disampaikan langsung oleh warga Desa Tinanding. Mereka mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian jajaran Polsek Godong yang turun langsung ke lapangan tanpa sekat formalitas.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian Polsek Godong. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga seluruh jajaran Polsek Godong dan Polres Grobogan selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan, serta senantiasa bersama rakyat,” ungkap salah satu warga terdampak.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kapolres Grobogan, AKBP Ike

Yuliyanto, W.S.H., S.I.K., M.H., yang dinilai konsisten mendorong pendekatan kepolisian yang presisi, humanis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Data Dampak dan Kondisi Lapangan

Berdasarkan pendataan sementara, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Dusun Mlati/Wareng, Desa Tinanding, berdampak pada sedikitnya 277 rumah dengan total 838 jiwa. Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan jalur Semarang–Purwodadi terputus, sehingga arus lalu lintas dialihkan melalui rute alternatif: Penawangan – Wolo – Truko – Genggangtani – Gelapan – Kapung – Tanggungharjo.

Peran BPBD dan Pemerintah DaerahPolda jateng Kabid Humas  Kombes pol,Artanto.S.H.S.I.K.M.H. danjaranya.

Dalam penanganan bencana ini, BPBD Kabupaten Grobogan bergerak cepat dengan mengaktifkan sejumlah posko siaga bencana, posko logistik, dan posko kesehatan di wilayah terdampak. Koordinasi penanganan dipusatkan di Kantor BPBD Kabupaten Grobogan guna memastikan distribusi bantuan berjalan merata dan tepat sasaran.

Tim BPBD bersama BBWS.relawan gabungan melakukan evakuasi warga, pendataan kerusakan, serta pembersihan lumpur pascabanjir. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menginstruksikan penanganan darurat penutupan tanggul jebol agar akses jalan nasional dapat segera dipulihkan dan risiko banjir susulan dapat diminimalisasi.

Sinergi Kemanusiaan untuk Ketangguhan Daerah




Sinergi antara BPBD,BBWS. Polsek Godong, Polres Grobogan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi cerminan nyata semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Kehadiran aparat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pelindung masyarakat, memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Bencana ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya mitigasi dan penguatan infrastruktur pengendali banjir di kawasan rawan, khususnya di sepanjang aliran Sungai Tuntang. Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Kabupaten Grobogan mampu bangkit lebih kuat dan tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Pukasnya,Mukti.aji.tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update