Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB itu dipusatkan di Pasar Desa Kedungwinong, salah satu simpul aktivitas ekonomi masyarakat Sukolilo. Pasar sebagai ruang publik strategis dinilai memiliki peran vital dalam mendukung stabilitas sosial dan ekonomi warga, sehingga kebersihan dan tata kelolanya menjadi perhatian bersama.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, S.H., M.M., menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program tersebut merupakan implementasi konkret dari tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) yang tidak semata berorientasi pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada pembangunan kualitas lingkungan hidup.
“Program Indonesia ASRI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud komitmen institusi Polri untuk menghadirkan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah bagi masyarakat. Kebersihan ruang publik merupakan bagian integral dari terciptanya ketertiban dan kenyamanan sosial,” ujar AKP Sahlan.
Menurutnya, pasar tradisional adalah ruang interaksi sosial sekaligus pusat perputaran ekonomi rakyat. Kondisi lingkungan pasar yang terjaga kebersihannya akan berdampak langsung terhadap kesehatan pedagang maupun pengunjung, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola fasilitas umum.
Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan melakukan pembersihan sampah organik dan anorganik, normalisasi saluran air guna mencegah genangan, serta penataan area pasar agar lebih tertib dan representatif. Partisipasi siswa SD Negeri Kedungwinong menjadi nilai tambah tersendiri, sebagai bentuk edukasi karakter dan pembentukan kesadaran kolektif sejak usia dini tentang pentingnya budaya hidup bersih dan sehat.
Lebih lanjut, AKP Sahlan menekankan bahwa keberhasilan program semacam ini bertumpu pada kolaborasi multipihak. Sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, perangkat desa, serta institusi pendidikan mencerminkan model tata kelola partisipatif yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama yang solid dan berkelanjutan. Karena itu, kegiatan seperti ini akan terus digalakkan secara periodik guna membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Respons positif juga datang dari warga sekitar pasar yang mengapresiasi keterlibatan aktif aparat dan pelajar dalam kegiatan tersebut. Mereka berharap kehadiran Polri tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kualitas hidup yang lebih baik.
Melalui Aksi Jumat Bersih ini, Polresta Pati menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran kepolisian sebagai institusi yang Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—serta semakin dekat dengan rakyat. Upaya kolektif menjaga
kebersihan pasar desa diharapkan menjadi fondasi sosial dalam mewujudkan lingkungan yang berdaya saing, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten PatiPunkasnyaRef,Eko.adi.




