Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Api pertama kali terlihat muncul dari area ruang oven yang berada di bagian selatan bangunan pabrik. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menjalar ke area sekitarnya, dipicu oleh banyaknya material arang kering yang bersifat mudah terbakar.
Situasi sempat menimbulkan kepanikan, mengingat lokasi pabrik berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga. Namun berkat kesigapan aparat kepolisian yang tiba di lokasi serta respons cepat masyarakat sekitar, api berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet ke rumah-rumah penduduk.
Warga setempat secara spontan turut membantu proses pemadaman awal dengan peralatan seadanya, sembari menunggu penanganan lanjutan dari petugas terkait. Upaya kolaboratif tersebut dinilai cukup efektif dalam menekan risiko meluasnya kebakaran.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Perwira Pengendali Pamapta II Polres Blora, Ipda Danang Ari Wibowo, S.H., membenarkan terjadinya peristiwa kebakaran tersebut. Ia memastikan bahwa dalam kejadian itu tidak terdapat korban jiwa.
“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pendataan awal yang dilakukan petugas di lapangan, tidak ditemukan adanya korban jiwa. Namun kerugian materiil yang dialami pemilik pabrik tergolong cukup besar,” jelas Ipda Danang Ari Wibowo saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, total kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Sejumlah aset dan sarana produksi dilaporkan ludes terbakar, di antaranya dua unit mesin oven, dua unit dinamo, empat unit kipas angin industri, sekitar 200 unit nampan pengering, empat unit tempat tidur karyawan, serta kurang lebih satu ton bahan baku arang.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh percikan api yang berasal dari ruang oven dan kemudian menyambar material mudah terbakar di sekitarnya. Kendati demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut.
Polres Blora mengimbau kepada para pelaku usaha, khususnya di sektor industri pengolahan yang memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi, agar senantiasa meningkatkan standar keselamatan kerja. Pengawasan terhadap instalasi mesin, sistem kelistrikan, serta prosedur operasional dinilai penting guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.Kepolisian juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut membantu proses penanganan awal kebakaran, sebagai wujud kepedulian dan sinergi dalam menjaga keamanan serta keselamatan lingkungan bersama
Punkasnya,lestari.




