MNI|Jakarta — Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri secara resmi membuka Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 serta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-66. Pembukaan pendidikan strategis tersebut menjadi penanda dimulainya proses pembentukan kader-kader pemimpin Polri yang adaptif, visioner, serta berintegritas tinggi dalam menjawab dinamika dan kompleksitas tugas kepolisian di era modern.
Upacara pembukaan dilaksanakan secara khidmat di Gedung Utaryo, Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Lemdiklat Polri (Wakalemdiklat) Irjen Pol. Achmad Kartiko dan didampingi Kepala Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, serta dihadiri jajaran pejabat utama Lemdiklat, para tenaga pendidik, dan peserta didik dari berbagai satuan kerja Polri.
Dalam amanatnya, Irjen Pol. Achmad Kartiko menegaskan bahwa pendidikan Sespimti dan Sespimmen merupakan wahana strategis Polri dalam menyiapkan calon-calon pimpinan masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik dan manajerial, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, integritas moral, serta kemampuan kepemimpinan yang transformatif dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menurutnya, tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks, seiring dengan perkembangan teknologi, dinamika sosial kemasyarakatan, serta tuntutan publik terhadap profesionalisme dan transparansi institusi kepolisian. Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin Polri yang memiliki kapasitas berpikir strategis, kemampuan analisis kebijakan yang kuat, serta karakter kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai etika dan pengabdian.
“Pendidikan Sespim merupakan investasi strategis institusi Polri dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu merespons perubahan lingkungan strategis secara cepat dan tepat. Polri membutuhkan pemimpin yang berpikir kritis, bertindak profesional, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, dan kepentingan masyarakat di atas segalanya,” tegas Irjen Achmad Kartiko.
Sementara itu, laporan kesiapan penyelenggaraan pendidikan disampaikan oleh Kepala Sespimti Polri Brigjen Pol. Eko Suprihanto. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa seluruh tahapan persiapan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-35 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-66 telah dilaksanakan secara matang dan terencana.
Persiapan tersebut meliputi penyusunan kurikulum berbasis kompetensi strategis, kesiapan tenaga pendidik dan pengasuh yang profesional, serta dukungan sarana dan prasarana pendidikan yang representatif guna menunjang proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas.
Brigjen Pol. Eko Suprihanto menjelaskan bahwa pelaksanaan pendidikan ini berpedoman pada Surat Keputusan Kapolri Nomor: KEP/1954/XII/2025 tertanggal 18 Desember 2025, yang menjadi landasan hukum sekaligus pedoman operasional penyelenggaraan pendidikan agar berjalan sesuai dengan standar dan tujuan institusional Polri.
“Pendidikan Sespimti dan Sespimmen dirancang untuk membentuk perwira Polri yang memiliki kemampuan analisis kebijakan, kepemimpinan strategis, serta pemahaman komprehensif terhadap dinamika nasional dan global. Dengan demikian, para peserta diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, pendidikan Sespimti dan Sespimmen Polri tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan teori dan konsep kepemimpinan semata, tetapi juga mengedepankan pendekatan aplikatif melalui diskusi strategis, studi kasus, simulasi pengambilan keputusan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan kepedulian sosial.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat transformasi Polri menuju institusi yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), di mana setiap pemimpin dituntut untuk mampu menghadirkan kebijakan dan tindakan kepolisian yang profesional, humanis, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dengan dimulainya pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-35 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-66, Lemdiklat Polri kembali menegaskan perannya sebagai kawah candradimuka pembentukan pemimpin Polri yang berkarakter kuat, berwawasan strategis, dan siap mengemban amanah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat secara berkelanjutan.
Punkasnya,yasin.tim.



