Wakil Bupati Pekalongan Sukirman, di Pekalongan, Jumat (23/1/2026), menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan sementara di lapangan, tercatat sekitar 423 hektare lahan pertanian terdampak genangan banjir akibat tingginya intensitas curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan dan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
“Saat ini kami terus melakukan pemantauan dan verifikasi secara menyeluruh untuk memastikan apakah lahan yang terdampak tersebut masuk kategori puso atau masih dapat dipulihkan. Prinsipnya, kami ingin petani tidak terlalu lama berhenti berproduksi. Begitu kondisi lahan memungkinkan, mereka harus bisa segera menanam kembali,” ujar Sukirman.
ia menegaskan, keberlangsungan aktivitas tanam petani menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, jeda produksi yang terlalu panjang tidak hanya berdampak pada penurunan pendapatan petani, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketahanan pangan daerah serta stabilitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.
“Pertanian adalah sektor vital. Jika petani berhenti terlalu lama, dampaknya bisa berantai, mulai dari ekonomi keluarga petani hingga ketersediaan pangan di daerah. Karena itu, langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Pemkab Pekalongan telah melaporkan kondisi lahan pertanian yang terdampak banjir kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk koordinasi awal, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gagal panen akibat banjir yang berkepanjangan.
“Apabila nantinya hasil verifikasi menyatakan terjadi gagal panen, kami akan segera mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah provinsi, termasuk untuk meringankan beban para petani yang terdampak, baik melalui bantuan benih, sarana produksi, maupun program pemulihan lainnya,” jelas Sukirman.
Selain penyiapan bibit padi pengganti, Pemkab Pekalongan juga terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program pendukung. Salah satunya adalah penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, mempercepat proses tanam, serta mendukung percepatan pemulihan aktivitas pertanian pascabanjir.
Langkah-langkah terpadu ini diharapkan mampu menjaga daya tahan sektor pertanian daerah di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap aman, stabil, dan berkelanjutan. Pemkab Pekalongan menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, instansi terkait, serta para pemangku kepentingan untuk memastikan penanganan dampak banjir terhadap sektor pertanian dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkeadilan bagi para petani yang terdampak.
Punkasnya,sutrisno.tim.



