Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Forkopimda Blora Kompak Buka Karpet Merah bagi Investor, Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Ramah Investasi

Selasa, 26 Mei 2026 | Mei 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-26T12:41:27Z

 


MNI|Blora — Pemerintah Kabupaten Blora bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menunjukkan sikap solid dalam membuka ruang investasi seluas-luasnya demi mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan “Ngopi Bareng Forkopimda” bertema Blora Ramah Investasi yang digelar di Aula Polres Blora, Selasa (26/5/2026).

Forum yang mempertemukan unsur Forkopimda, DPRD, organisasi perangkat daerah, LSM, insan pers, tokoh masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan itu menjadi momentum strategis untuk membangun kesepahaman lintas sektor dalam menciptakan stabilitas daerah yang aman, nyaman, dan berorientasi pada pertumbuhan investasi jangka panjang.

Bupati Blora Arief Rohman menegaskan bahwa investasi merupakan motor utama penggerak pembangunan daerah. Menurutnya, daerah yang mampu menciptakan iklim investasi sehat akan memiliki peluang lebih besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat daya saing masyarakat lokal.

Dalam pidatonya, Bupati menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang berpihak kepada kemudahan investasi melalui pelayanan perizinan terpadu satu pintu. Ia menilai birokrasi yang cepat, transparan, dan tidak berbelit menjadi faktor penting untuk menarik kepercayaan investor.

“Suatu daerah bisa maju tergantung ada investasi atau tidak. Kalau investasi bisa masuk, otomatis akan menumbuhkan ekonomi di daerah. Kami berkomitmen bagaimana birokrasi kami melalui perizinan satu pintu agar investor mudah masuk dan jangan dipersulit. Kalau ada investor masuk, kita sambut dengan baik,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan paradigma baru pembangunan daerah yang tidak lagi semata bertumpu pada belanja pemerintah, melainkan juga pada kolaborasi strategis antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang kompetitif.

Tak hanya berbicara soal kemudahan perizinan, Bupati juga menyoroti pentingnya kepastian hukum sebagai fondasi utama investasi berkelanjutan. Menurutnya, investor membutuhkan jaminan keamanan dan perlindungan hukum agar memiliki keyakinan dalam menanamkan modal di daerah.

Ia mengingatkan bahwa berbagai potensi gangguan terhadap investasi harus diantisipasi sejak dini agar tidak menghambat masuknya modal maupun memicu hengkangnya investor dari Blora.

“Investor harus diberikan kepastian hukum dan dilindungi. Kita harus mengantisipasi berbagai gangguan agar investor ini tidak lari dari Kabupaten Blora,” lanjutnya.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membangun basis industri masa depan, Pemkab Blora saat ini tengah mengusulkan dua kawasan industri baru kepada Kementerian Kehutanan. Kawasan pertama direncanakan berada di wilayah Cabak dengan luas sekitar 1.500 hektare, sedangkan kawasan kedua berada di area KHDTK UGM yang memiliki akses strategis menuju Tol Ngawi dengan luas kurang lebih 1.000 hektare.

Langkah tersebut dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk menjadikan Blora sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Jawa Tengah. Keberadaan kawasan industri diyakini mampu menarik berbagai sektor usaha mulai dari manufaktur, energi, pendidikan, hingga industri hilirisasi sumber daya alam.

Bupati juga memaparkan bahwa sejumlah investasi mulai menunjukkan geliat positif di Blora, di antaranya sektor minyak dan gas bumi, industri kalsium karbonat, hingga sektor pendidikan tinggi. Salah satu investasi strategis yang menjadi perhatian publik adalah hadirnya Universitas Negeri Yogyakarta di Blora.

Menurutnya, kehadiran kampus tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga akan memicu tumbuhnya sektor penunjang lain seperti pembangunan sarana olahraga, kawasan hunian, UMKM, hingga jasa ekonomi kreatif.

“Yang terbaru ini UNY. Mengapa kita datangkan UNY ke sini, karena kami yakin akan mendorong pembangunan fasilitas olahraga, apalagi UNY membuka jurusan olahraga,” jelas Bupati.

Di sisi lain, Kapolres Blora Wawan Andi Susanto menegaskan bahwa aparat kepolisian siap mendukung terciptanya stabilitas keamanan sebagai modal dasar pembangunan investasi daerah. Menurutnya, Kabupaten Blora memiliki potensi besar untuk berkembang seperti daerah lain yang sukses membangun kawasan industri modern dan menarik investasi berskala besar.

Kapolres menilai sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, media, dan elemen sipil menjadi kunci penting dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat.

Kegiatan “Ngopi Bareng Forkopimda” tersebut sekaligus menjadi simbol penguatan komunikasi sosial dan politik antara pemerintah dengan masyarakat dalam membangun narasi optimisme pembangunan daerah. Di tengah tantangan ekonomi global dan persaingan antar daerah dalam memperebutkan investasi, Blora mencoba tampil dengan wajah baru sebagai daerah yang terbuka, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.

Semangat “Blora Ramah Investasi” tidak hanya dimaknai sebagai slogan seremonial, melainkan sebagai komitmen nyata membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, stabilitas keamanan yang terjaga, serta kepastian hukum yang mampu memberikan rasa aman bagi investor.

Apabila konsistensi tersebut mampu dijaga secara berkelanjutan, maka investasi tidak hanya menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi jalan strategis dalam mengurangi angka pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mempercepat transformasi sosial ekonomi di Blora menuju daerah yang maju dan berdaya saing.

Punkasnya,Aji.tim

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update