MNI|Kudus — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Kudus sempat diwarnai insiden menegangkan setelah seekor kerbau kurban lepas dan mengamuk di wilayah Kecamatan Jati, Rabu sore (27/5/2026). Hewan kurban berukuran besar tersebut bahkan sempat menyeruduk dua pengendara sepeda motor sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan aparat kepolisian bersama warga dan panitia kurban.
Peristiwa yang menyita perhatian masyarakat itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat seekor kerbau kurban baru tiba di kawasan Masjid Purwosari menggunakan kendaraan pikap untuk persiapan penyembelihan Idul Adha. Namun situasi berubah drastis ketika tali pegangan yang digunakan untuk menurunkan hewan tersebut mendadak terlepas.
Dalam hitungan detik, kerbau berlari liar meninggalkan lokasi dan memicu kepanikan warga sekitar. Hewan itu melintasi sejumlah kawasan padat aktivitas masyarakat mulai dari Desa Pasuruan Lor, Pasuruan Kidul hingga menuju jalur Jalan Lingkar Kudus.
Kapolres Kudus Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Jati Hadi Noor Cahyo menjelaskan bahwa petugas segera bergerak cepat melakukan pengejaran guna mengantisipasi risiko yang lebih besar terhadap keselamatan masyarakat.
“Kerbau sempat menyeruduk dua pengendara sepeda motor. Selain itu ada satu panitia yang mengalami luka lecet saat mencoba mengamankan,” ujar AKP Hadi Noor Cahyo saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu malam (27/5/2026).
Menurutnya, situasi di lapangan cukup sulit dikendalikan karena kerbau berada dalam kondisi agresif dan terus berpindah lokasi. Aparat gabungan bersama panitia kurban dan warga setempat harus melakukan pengejaran secara hati-hati agar hewan tidak masuk ke area permukiman padat maupun jalur utama yang dipenuhi kendaraan.
Kondisi tersebut sempat memicu kepanikan pengguna jalan. Beberapa pengendara memilih menghentikan kendaraan mereka ketika melihat kerbau berlari dengan arah yang tidak menentu. Warga sekitar juga berupaya membantu petugas dengan memberikan informasi posisi terakhir hewan tersebut.
Setelah proses pencarian berlangsung cukup lama, kerbau akhirnya ditemukan berada di area semak-semak menuju Desa Goleng. Namun posisi hewan yang sulit dijangkau serta kondisi yang masih agresif membuat petugas harus mengambil langkah tegas demi mencegah jatuhnya korban tambahan.
“Pelumpuhan dilakukan demi keselamatan warga karena hewan cukup agresif dan sulit dikendalikan,” jelasnya.
Langkah pelumpuhan itu dilakukan setelah melalui pertimbangan keselamatan dan situasi lapangan yang dinilai membahayakan. Petugas kemudian bersama panitia kurban segera mengikat kerbau setelah kondisinya melemah.
Untuk menghindari risiko lanjutan, penyembelihan akhirnya dilakukan langsung di lokasi penemuan hewan tersebut. Selanjutnya daging dan bagian tubuh kerbau dievakuasi menuju Masjid Purwosari sekitar pukul 20.00 WIB untuk proses distribusi kepada masyarakat.
Insiden ini menjadi perhatian luas masyarakat karena terjadi di tengah suasana perayaan Idul Adha yang identik dengan semangat pengorbanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Di sisi lain, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat pentingnya standar pengamanan hewan kurban sebelum proses penyembelihan dilakukan.
Kepolisian mengimbau panitia kurban agar memastikan kesiapan lokasi, kekuatan alat pengikat, hingga keterlibatan petugas berpengalaman dalam penanganan hewan berukuran besar. Langkah antisipatif dinilai penting guna mencegah potensi kejadian serupa yang dapat membahayakan masyarakat.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, situasi akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa. Warga pun mengapresiasi kesigapan aparat kepolisian bersama panitia dan masyarakat yang bergerak cepat mengamankan kondisi di lapangan demi menjaga keselamatan bersama dalam momentum Idul Adha tahun ini.
Punkasnya,Raja,Aji.



.jpg)