Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tahap Krusial Pengecoran Pedestal Jembatan Garuda Cingkrong, Sinergi TNI–Pemerintah–Masyarakat Perkuat Akselerasi Pembangunan

Senin, 13 April 2026 | April 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-13T05:11:44Z

 


MNI|GROBOGAN — Progres pembangunan jembatan perintis Garuda di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai wujud nyata kolaborasi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam semangat gotong royong yang berkelanjutan. Memasuki hari ke-10 pelaksanaan, capaian fisik konstruksi telah menyentuh angka 35 persen, menandai akselerasi pembangunan yang terukur dan sistematis.

Pada Senin (13/04/2026), tahapan pekerjaan memasuki fase strategis berupa pengecoran pedestal pada masing-masing tiang penopang jembatan. Tahap ini menjadi bagian fundamental dalam konstruksi struktur bawah, yang berperan penting dalam menjamin stabilitas dan daya dukung jembatan terhadap beban operasional di masa mendatang.

Bintara Tinggi Urusan Dalam (Batituud) Koramil 01/Purwodadi, Peltu Dwi Sukanto, menjelaskan bahwa pengecoran pedestal merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yang telah dilaksanakan secara gotong royong, yakni pengecoran pondasi dasar. Ia menegaskan bahwa kesinambungan pekerjaan ini mencerminkan komitmen kolektif seluruh elemen dalam menjaga kualitas pembangunan infrastruktur pedesaan.

“Setelah tahapan pondasi berhasil diselesaikan dengan partisipasi aktif masyarakat bersama personel TNI, hari ini kita melanjutkan pada pengecoran pedestal yang merupakan bagian krusial dari konstruksi jembatan,” ujarnya.

Secara teknis, pedestal merupakan elemen struktural yang berada di atas pondasi dan berfungsi sebagai penopang utama pilar (pier), yang kemudian akan menyalurkan beban dari struktur atas seperti girder ke pondasi secara merata. Proses pengerjaannya meliputi pemasangan tulangan baja sebagai penguat, pemasangan bekisting dengan tingkat presisi tinggi, pengecoran beton, hingga tahapan curing guna memastikan kualitas dan kekuatan beton sesuai standar konstruksi.

Lebih lanjut, Peltu Dwi menekankan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek ketelitian teknis dan standar keselamatan, guna menjamin hasil akhir yang kokoh, presisi, dan berkelanjutan.

“Seluruh proses ini kami laksanakan secara terukur untuk memastikan struktur bawah jembatan memiliki daya tahan optimal terhadap beban struktural serta faktor lingkungan,” imbuhnya.

Di sisi lain, partisipasi aktif masyarakat Desa Cingkrong menjadi salah satu faktor kunci dalam percepatan pembangunan. Antusiasme warga yang secara konsisten terlibat dalam setiap tahapan pekerjaan mencerminkan kuatnya nilai gotong royong sebagai fondasi sosial dalam pembangunan wilayah.

Kehadiran personel TNI dari Kodim 0717/Grobogan yang bersinergi dengan pemerintah daerah juga menjadi representasi nyata dari peran strategis aparat teritorial dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah, khususnya di wilayah pedesaan yang membutuhkan konektivitas lebih baik.

Diharapkan kondisi cuaca yang kondusif dapat terus mendukung kelancaran proses pengecoran pedestal hingga tahap penyelesaian, sehingga target pembangunan jembatan dapat tercapai tepat waktu. Keberadaan jembatan Garuda nantinya diharapkan tidak hanya memperlancar akses mobilitas warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan semangat kebersamaan dan sinergitas yang terus terjaga, pembangunan jembatan ini menjadi


simbol konkret kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun negeri dari tingkat desa.

Punkasnya,Shabar.aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update