Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Babinsa Karangsari Turun ke Sawah, Perkuat Ketahanan Pangan melalui Pendampingan Intensif Petani

Senin, 13 April 2026 | April 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-13T06:50:36Z


MNI|GROBOGAN — Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mendukung program swasembada pangan nasional kembali ditunjukkan melalui keterlibatan aktif aparat teritorial di tingkat desa. Pendampingan langsung kepada petani menjadi strategi konkret dalam menjaga kesinambungan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Hal tersebut tercermin dari kegiatan Babinsa Desa Karangsari, Sertu Hanafi, anggota Koramil 13/Brati Kodim 0717/Grobogan, yang turun langsung ke areal persawahan membantu petani menyemai benih padi di Dusun Pulorejo, Desa Karangsari, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, pada Minggu (12/04/2026).

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari fungsi pembinaan teritorial yang mengedepankan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam sektor strategis, khususnya pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dalam kegiatan tersebut, Sertu Hanafi bersama para petani melakukan penyemaian ulang benih padi sebagai respons atas kegagalan tanam sebelumnya akibat dampak banjir yang melanda wilayah tersebut pada Maret lalu.

Menurut Sertu Hanafi, langkah penyemaian kedua atau replanting merupakan upaya adaptif yang harus segera dilakukan agar siklus tanam tidak terputus dan produktivitas lahan tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di lapangan bertujuan memberikan dukungan moril sekaligus motivasi kepada petani agar tetap optimistis dalam menghadapi dinamika alam yang tidak menentu.

“Penyemaian ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya gagal akibat terendam banjir. Kami hadir untuk memastikan petani tidak kehilangan semangat serta tetap melanjutkan proses tanam demi menjaga keberlanjutan produksi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam praktik pertanian modern berbasis mitigasi risiko, replanting menjadi solusi yang lazim diterapkan guna mengantisipasi kerugian akibat bencana alam. Dengan langkah cepat dan terukur, diharapkan musim tanam tidak terlewati sehingga potensi hasil panen tetap dapat dimaksimalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Sertu Hanafi juga memberikan edukasi kepada kelompok tani terkait langkah preventif dalam melindungi persemaian dari ancaman hama, khususnya tikus yang kerap menjadi faktor penghambat produktivitas pertanian. Ia mengimbau agar petani menggunakan metode pengamanan yang aman dan ramah lingkungan, seperti pemasangan pagar pelindung berbahan plastik fiber, PVC, maupun aluminium foil di sekitar area persemaian.

Ia secara tegas mengingatkan agar petani tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik yang berpotensi membahayakan keselamatan manusia maupun lingkungan sekitar. Pendekatan ini menjadi bagian dari edukasi berkelanjutan yang menekankan pentingnya keselamatan kerja dalam sektor pertanian.

“Pengendalian hama harus dilakukan secara bijak dan aman. Penggunaan jebakan listrik sangat berisiko dan dapat membahayakan nyawa, sehingga kami mengarahkan petani untuk menggunakan metode yang lebih aman dan efektif,” tegasnya.

Antusiasme para petani dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Babinsa memiliki dampak signifikan dalam membangun kepercayaan diri serta semangat kolektif masyarakat tani. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat nilai gotong royong sebagai fondasi sosial dalam pembangunan sektor pertanian di pedesaan.

Secara lebih luas, peran aktif TNI melalui aparat kewilayahan dalam mendampingi petani menjadi bagian integral dari strategi nasional dalam menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan bencana alam. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut guna mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan humanis, edukatif, dan solutif, kehadiran Babinsa di tengah petani tidak hanya


mempercepat proses tanam, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat desa sebagai pilar utama pembangunan nasional.

Punkasnya,Shabar.Aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update