Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sinergi TNI dan Tenaga Kesehatan Perkuat Ketahanan Sosial: Satgas Yonif 123/Rajawali Gelar Penyuluhan Kesehatan di Wonggi

Jumat, 10 April 2026 | April 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-10T07:57:30Z

 


MNI|Wonggi — Komitmen negara dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat di wilayah penugasan kembali ditegaskan melalui langkah konkret prajurit TNI di lapangan. Satuan Tugas (Satgas) Pamtas RI–PNG Yonif 123/Rajawali, bersinergi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Wonggi, menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat setempat, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menjadi manifestasi nyata dari pendekatan humanis TNI dalam menjalankan fungsi pembinaan teritorial sekaligus penguatan kualitas hidup masyarakat di daerah perbatasan.

Bertempat di Pos Wonggi, kegiatan yang dipimpin oleh DPP Lettu Inf Sujoko tersebut berlangsung dalam suasana partisipatif dan edukatif. Penyuluhan kesehatan tidak hanya diposisikan sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai instrumen strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat, kebersihan lingkungan, serta pencegahan penyakit berbasis komunitas.

Dalam perspektif kehumasan sosial ala Mabes TNI, kegiatan ini mencerminkan pendekatan komunikasi publik yang adaptif dan solutif, di mana prajurit tidak semata hadir sebagai aparat pertahanan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Hal ini sejalan dengan prinsip people-centered approach dalam pembangunan nasional, khususnya di wilayah terluar dan perbatasan negara.

Materi penyuluhan yang disampaikan meliputi edukasi tentang sanitasi lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta langkah preventif terhadap penyakit menular yang kerap muncul di lingkungan masyarakat. Tak hanya itu, warga juga diberikan ruang konsultasi langsung dengan tenaga medis, menciptakan interaksi dua arah yang memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.

DPP Lettu Inf Sujoko dalam keterangannya menegaskan bahwa keberadaan Satgas di wilayah penugasan tidak terbatas pada aspek pengamanan semata. “Kami hadir sebagai representasi negara yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyuluhan kesehatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam membangun kualitas hidup warga,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari pihak Puskesmas Wonggi yang menilai kolaborasi lintas sektor ini sebagai langkah strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Sinergi antara TNI dan tenaga medis dinilai mampu menjembatani keterbatasan akses serta mempercepat distribusi informasi kesehatan kepada masyarakat yang selama ini berada dalam keterbatasan geografis.

Antusiasme warga Kampung Wonggi terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Kehadiran aparat TNI yang menyatu dengan masyarakat dalam kegiatan edukatif seperti ini tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan, tetapi juga mempererat kohesi sosial serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Secara lebih luas, kegiatan ini menjadi refleksi dari implementasi nilai-nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus dijaga dan diperkuat. Pendekatan persuasif, komunikatif, dan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas teritorial, sejalan dengan kode etik TNI yang menjunjung tinggi profesionalitas, integritas, serta pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa dan negara.


Melalui kegiatan penyuluhan kesehatan ini, diharapkan terbentuk kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan. Lebih dari itu, sinergi antara TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan diharapkan semakin kokoh sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional dari tingkat akar rumput.

Red Mex ,tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update