MNI|DEMAK, 4 April 2026 — Di tengah situasi darurat bencana banjir yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, semangat solidaritas sosial dan nilai-nilai kemanusiaan kembali mengemuka. SMP Negeri 2 Karangtengah berkolaborasi dengan Radio Antar Penduduk Indonesia Kabupaten Demak menginisiasi gerakan kemanusiaan melalui pendirian “Dapur Peduli Sesama” sebagai respons cepat terhadap kebutuhan dasar para korban terdampak banjir.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (4/4/2026) di halaman sekolah tersebut menjadi manifestasi konkret peran institusi pendidikan dalam membangun kesadaran sosial berbasis nilai religius dan kemanusiaan. Seluruh elemen sekolah—mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, orang tua siswa, hingga relawan—terlibat aktif dalam penggalangan bantuan yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan darurat.
Dipimpin oleh Kepala Sekolah sekaligus Ketua RAPI Wilayah Kabupaten Demak, Masnan, kegiatan ini berhasil menghimpun bantuan dalam jumlah signifikan, meliputi ratusan kilogram beras, telur, susu formula untuk bayi dan balita, mi instan, biskuit, serta berbagai makanan siap saji lainnya. Bantuan tersebut segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Guntur dengan dukungan jaringan relawan lapangan.
Tidak berhenti pada penggalangan logistik, kolaborasi ini juga diwujudkan melalui pendirian dapur umum yang secara langsung memproduksi makanan siap konsumsi bagi para pengungsi, khususnya di wilayah Desa Grogol dan Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlangsungan akses pangan di tengah keterbatasan distribusi akibat genangan banjir.
Dalam keterangannya, Masnan menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya bertujuan membantu secara material, tetapi juga menanamkan nilai empati, gotong royong, serta kepedulian sosial kepada generasi muda sebagai bagian dari pendidikan karakter.
“Kolaborasi ini adalah bentuk nyata kepedulian bersama. Guru, siswa, orang tua, serta relawan bersatu dalam satu misi kemanusiaan—menyediakan kebutuhan dasar bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya.
Dari pantauan di lapangan, sinergi antara dunia pendidikan dan organisasi relawan ini menunjukkan efektivitas dalam menjangkau masyarakat terdampak secara langsung. Distribusi bantuan dilakukan secara cepat dan terorganisir, sehingga mampu menjawab kebutuhan mendesak para korban yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses pangan.
Apresiasi pun datang dari warga terdampak yang merasakan langsung manfaat dari bantuan tersebut. Mereka menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan, khususnya dalam bentuk makanan siap saji yang sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat.
Bencana banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah di Demak menjadi tantangan serius dalam aspek kemanusiaan dan logistik. Dalam konteks ini, kehadiran inisiatif berbasis komunitas seperti yang dilakukan SMP Negeri 2 Karangtengah dan Radio Antar Penduduk Indonesia menjadi elemen penting dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Lebih luas, aksi ini sejalan dengan semangat penguatan mitigasi dan respons bencana yang juga menjadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Gerakan “Dapur Peduli Sesama” tidak sekadar menjadi kegiatan sosial, melainkan representasi nilai-nilai religius dan kemanusiaan yang hidup
di tengah masyarakat—bahwa dalam setiap musibah, solidaritas dan kepedulian adalah fondasi utama untuk bangkit bersama.
punkasnya,Kerja,tim.aji.




