MNI|DEMAK — Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terus diintensifkan oleh Kepolisian Resor Demak melalui pendekatan humanis berbasis kehumasan sosial yang berorientasi pada penguatan relasi kultural. Dalam kerangka strategi preemtif dan preventif, Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra memperluas ruang silaturahmi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta elemen kepemudaan guna membangun kesadaran kolektif dalam menjaga harmoni sosial.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi Kapolres bersama jajaran pejabat utama Polres Demak kepada Ketua PCNU Kabupaten Demak, KH. Muhammad Aminudin, di kediamannya yang berada di Desa Mutih, Kecamatan Wedung. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu menjadi representasi nyata pendekatan dialogis antara aparat keamanan dan otoritas moral keagamaan di tingkat lokal.
Dalam keterangannya, AKBP Arrizal menegaskan bahwa komunikasi yang terbangun secara intensif dengan para tokoh agama memiliki signifikansi strategis dalam memitigasi potensi gangguan Kamtibmas. Menurutnya, stabilitas sosial tidak semata ditentukan oleh kekuatan struktural penegakan hukum, tetapi juga oleh kekuatan kultural yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Silaturahmi ini merupakan bagian dari strategi kehumasan Polri dalam memperkuat kedekatan emosional dan kepercayaan publik. Dengan komunikasi yang efektif dan berkelanjutan, berbagai potensi gangguan Kamtibmas dapat diantisipasi secara dini melalui deteksi dan resolusi berbasis komunitas,” ungkapnya, Kamis (2/4/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Polres Demak secara konsisten mengedepankan langkah-langkah preventif dan preemtif melalui optimalisasi patroli rutin, kegiatan sambang warga, serta penguatan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pelayanan dan pengayoman di tingkat desa. Pendekatan ini juga diiringi dengan ajakan partisipatif kepada masyarakat agar turut menjadi subjek aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
Sementara itu, KH. Muhammad Aminudin menegaskan bahwa ulama dan aparat Kepolisian memiliki irisan peran yang saling melengkapi dalam menjaga tatanan sosial. Ia menyampaikan bahwa dimensi spiritual dan dimensi keamanan merupakan dua pilar utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkeadaban.
“Ulama dan Polisi pada hakikatnya mengemban misi yang sama dalam menjaga Kamtibmas. Ulama hadir melalui penguatan nilai-nilai keimanan, membimbing umat agar berakhlak mulia serta menjauhi tindakan yang merusak ketertiban sosial,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan iman yang tertanam dalam diri masyarakat akan menjadi fondasi moral yang mendorong kepatuhan terhadap norma dan hukum yang berlaku. Di sisi lain, kehadiran Kepolisian sebagai representasi negara dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman publik.
“Ketika kekuatan moral dan keamanan berjalan beriringan, maka akan terwujud kehidupan sosial yang tenteram, rukun, dan sejahtera. Sinergi inilah yang harus terus dirawat sebagai bagian dari investasi sosial jangka panjang,” tegasnya.
Dengan mengedepankan pendekatan kolaboratif antara aparat penegak hukum dan tokoh agama, Polres
Demak menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem keamanan berbasis kemitraan. Strategi ini tidak hanya memperkuat stabilitas Kamtibmas, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menjaga kohesi sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.Punkasnya,Munthohar,Aji.





