MNI|GROBOGAN – Komitmen TNI dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan kembali ditegaskan melalui kegiatan sosialisasi Karya Bakti Mandiri (KBM) Tahap VI Tahun Anggaran 2026 yang digelar oleh Kodim 0717/Grobogan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Balai Desa Guyangan, Kecamatan Godong, Rabu (15/04/2026), dengan melibatkan unsur lintas sektoral sebagai bagian dari penguatan sinergi pembangunan berbasis kolaborasi.
Sosialisasi tersebut menjadi forum strategis dalam menyatukan persepsi sekaligus mempertegas arah kebijakan pembangunan terintegrasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Pasiter Kodim 0717/Grobogan Kapten Inf Muh. Jumar, Kasubag Perencanaan Dispermades Aziz Hasanudin, S.E., M.M., perwakilan TP PKK Kabupaten Grobogan Siti Marfuah, Dispendukcapil Agustining Rahayu, unsur Forkopimca Godong, Kepala Desa Guyangan Suhadi, serta elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga aparat kewilayahan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Dalam pemaparannya, Kapten Inf Muh. Jumar menegaskan bahwa program Karya Bakti Mandiri merupakan manifestasi nyata dari peran TNI dalam mendukung percepatan pembangunan desa, baik melalui sasaran fisik maupun nonfisik. Pada aspek fisik, kegiatan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar seperti pengecoran jalan desa, rehabilitasi pos keamanan lingkungan (poskamling) dan mushola, serta program jambanisasi guna meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.
Sementara itu, sasaran nonfisik diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pendekatan ini dinilai sebagai strategi komprehensif dalam membangun desa tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga penguatan karakter sosial dan ketahanan masyarakat.
“Program KBM ini tidak sekadar pembangunan fisik, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen Desa Guyangan untuk berpartisipasi aktif melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, sehingga seluruh sasaran dapat tercapai secara optimal dan tepat waktu,” ujar Kapten Jumar dalam keterangan kehumasan Kodim.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Karya Bakti Mandiri merupakan bagian dari strategi pembinaan teritorial TNI AD dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dalam konteks tersebut, pembangunan desa dipandang sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput.
“Melalui KBM, kami ingin menggali kembali nilai-nilai luhur bangsa yang mulai tergerus, khususnya budaya gotong royong. Ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Dari perspektif pemerintah desa, Kepala Desa Guyangan Suhadi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pelaksanaan KBM Tahap VI. Ia menilai program tersebut sebagai peluang strategis untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan konektivitas wilayah yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0717/Grobogan dan Pemerintah Kabupaten Grobogan atas dukungan dan kepercayaan ini. Program KBM sangat kami harapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur desa, memperlancar akses transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Kehadiran Dispermades dalam kegiatan ini turut mempertegas pentingnya integrasi program lintas perangkat daerah dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif antara TNI dan pemerintah daerah dinilai sebagai model efektif dalam menjawab tantangan pembangunan di wilayah pedesaan yang membutuhkan percepatan sekaligus partisipasi aktif masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang utuh terhadap pelaksanaan program Karya Bakti Mandiri, sehingga implementasinya di lapangan dapat berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Lebih dari itu, keberhasilan program ini diharapkan mampu memperkuat kemanunggalan TNI
dengan rakyat sebagai pilar utama dalam menjaga keutuhan bangsa serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Punkasnya,Shabar,Aji.




