Grobogan — Upaya memperkuat fondasi kesadaran hukum di kalangan generasi muda terus digencarkan melalui pendekatan edukatif dan dialogis lintas sektor. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan seminar bertajuk “Wawasan Kebangsaan Pemuda Unggul Karakter Pancasila” yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Grobogan di GOR Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan, Minggu (19/04/2026).
Dalam forum strategis yang melibatkan sekitar 150 peserta dari unsur Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta elemen TNI-Polri tersebut, Komandan Koramil 02/Grobogan Kodim 0717/Grobogan, Kapten Cba Aniful Murtadho, tampil sebagai narasumber utama yang mengedepankan perspektif kehumasan kebangsaan berbasis pendekatan humanis dan preventif.
Kapten Aniful menegaskan bahwa kesadaran hukum bukan sekadar instrumen normatif, melainkan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial dan ketertiban wilayah. Ia menyoroti berbagai fenomena kenakalan remaja yang kian kompleks, mulai dari geng motor, tawuran, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga maraknya praktik judi daring yang berpotensi merusak tatanan sosial generasi muda.
“Hukum tidak diciptakan untuk ditakuti, melainkan untuk dipahami dan dipatuhi. Kepatuhan hukum adalah manifestasi dari kedewasaan berbangsa dan bernegara,” ujar Kapten Aniful dalam paparannya yang disampaikan dengan pendekatan komunikatif dan edukatif.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam membentuk karakter pemuda yang tangguh, berintegritas, dan memiliki kesadaran kolektif terhadap tanggung jawab sosial. Menurutnya, pemuda bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek strategis dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika globalisasi yang kian kompleks.
Kegiatan ini juga menghadirkan pemateri lain dari unsur kepolisian dan pemerintah daerah, di antaranya perwakilan Kapolsek Grobogan melalui Kanit Reskrim Aiptu Catur, SH., serta Kepala Bakesbangpol Kabupaten Grobogan, Amin Hidayat, S.Pd., M.M. Kehadiran lintas institusi ini mencerminkan sinergitas dalam membangun kesadaran hukum berbasis kolaborasi sipil-negara.
Dalam perspektif kehumasan nasional, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari strategi komunikasi publik yang menekankan pendekatan partisipatif dan persuasif, guna membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Edukasi hukum yang menyasar generasi muda dipandang sebagai investasi sosial jangka panjang dalam menciptakan masyarakat yang tertib, beradab, dan berdaya saing.
Seminar ini tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga wahana pembentukan kesadaran kolektif bahwa ketahanan nasional tidak semata ditopang oleh kekuatan militer, melainkan juga oleh kualitas moral dan kesadaran hukum masyarakatnya, khususnya generasi muda di wilayah Grobogan.
Dengan demikian, langkah yang diinisiasi oleh Koramil 02/Grobogan bersama Bakesbangpol ini menjadi representasi nyata dari upaya memperkuat integrasi sosial melalui pendekatan kehumasan kebangsaan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pembangunan karakter bangsa.
Punkasnya,Shabar.aji.



