Upaya kolaboratif tersebut menjadi bagian integral dari pelaksanaan Operasi Ketupat Candi yang dirancang sebagai skema pengamanan terpadu menghadapi lonjakan arus kendaraan pada momentum Lebaran. Dalam implementasinya, pengawalan kendaraan tangki BBM dilakukan secara situasional dan terukur, khususnya pada ruas jalan yang mengalami peningkatan volume lalu lintas signifikan, sehingga distribusi energi tetap berjalan optimal di tengah dinamika kepadatan arus mudik.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa stabilitas distribusi energi merupakan salah satu elemen vital dalam menjaga kelancaran perjalanan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pengamanan arus mudik tidak hanya ditentukan oleh rekayasa lalu lintas dan kehadiran personel di lapangan, tetapi juga oleh ketersediaan layanan pendukung, termasuk kecukupan BBM di seluruh jalur strategis.
Selain langkah struktural dari aparat dan pemangku kepentingan energi, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif melalui perencanaan perjalanan yang matang. Pengendara, khususnya yang melintasi jalur tol antarkota, disarankan memastikan kondisi tangki bahan bakar dalam keadaan penuh sebelum memasuki perjalanan utama. Apabila melakukan pengisian di rest area, pemudik diharapkan tidak menunggu hingga indikator BBM berada pada titik kritis, melainkan melakukan pengisian lebih awal sebagai langkah preventif.
Kebiasaan menunda pengisian BBM hingga hampir habis dinilai berpotensi menimbulkan antrean panjang di SPBU maupun rest area, bahkan meningkatkan risiko kendaraan mogok di tengah perjalanan. Situasi tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan individu, tetapi juga berimplikasi pada perlambatan arus lalu lintas secara keseluruhan, terutama di jalur padat menjelang kota tujuan yang tingkat mobilitasnya cenderung meningkat selama libur Lebaran.
“Kami berharap masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan secara bijak, mulai dari pengecekan kondisi kendaraan, pengaturan waktu istirahat, hingga perhitungan kebutuhan BBM sesuai jarak tempuh. Jangan menunggu bahan bakar menipis baru mengisi ulang, agar terhindar dari antrean panjang maupun risiko mogok di perjalanan,” ujar Artanto.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan kesiapan infrastruktur distribusi energi selama masa Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri. Ia menyebutkan bahwa koordinasi rutin dilakukan bersama aparat kepolisian serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan seluruh rantai distribusi, mulai dari terminal BBM, armada mobil tangki, hingga layanan SPBU di jalur utama, jalur alternatif, dan kawasan wisata, berada dalam kondisi optimal.
Selain menjamin pasokan, Pertamina juga mendorong masyarakat memanfaatkan metode pembayaran non-tunai (cashless) seperti kartu debit, kartu kredit, maupun aplikasi pembayaran digital saat melakukan transaksi di SPBU. Menurut Taufiq, sistem pembayaran non-tunai dapat mempercepat proses layanan sehingga membantu mengurai antrean, terutama pada periode puncak arus mudik dan balik.
“Penggunaan transaksi non-tunai bukan sekadar kemudahan, tetapi juga bentuk kepedulian antar pemudik. Dengan proses yang lebih cepat, antrean dapat diminimalisir dan distribusi layanan menjadi lebih efisien,” jelasnya.
Sinergi antara kepolisian dan Pertamina tersebut menegaskan pendekatan komprehensif dalam pengamanan mudik 2026, yang tidak semata bertumpu pada aspek pengaturan lalu lintas, melainkan juga pada keberlanjutan layanan publik yang menopang mobilitas masyarakat. Dukungan aktif masyarakat melalui perencanaan perjalanan yang rasional dan tertib diharapkan menjadi kunci utama dalam mewujudkan mudik yang aman, lancar, dan menyenangkan.
Dengan kesiapan sistem pengamanan terpadu serta kesadaran kolektif para pemudik, momentum Lebaran diharapkan tetap menjadi ruang silaturahmi yang sarat kebahagiaan, tanpa terhambat oleh kendala teknis di perjalanan.
Punkasnya,Eko,mukti.



