Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

“Wahyu Sandang Pangan” Hidupkan Malam Lomban Syawalan, Bupati Tegaskan Pembenahan TPI Ujungbatu

Sabtu, 28 Maret 2026 | Maret 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-27T22:40:03Z

 


MNI|Jepara – Atmosfer kultural yang sarat nilai religius dan sosial mewarnai malam Pesta Lomban Syawalan di Jepara. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wahyu Sandang Pangan sukses menghidupkan denyut tradisi di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu, Jumat (27/3) malam, sekaligus menjadi ruang refleksi kolektif tentang kesejahteraan masyarakat pesisir.

Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap tradisi yang telah mengakar kuat secara turun-temurun. Pagelaran ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan media komunikasi kultural yang efektif dalam menyampaikan pesan pembangunan, keadilan sosial, serta pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Kehadiran Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam kegiatan tersebut mempertegas komitmen pemerintah daerah terhadap penguatan sektor maritim dan kesejahteraan nelayan. Dalam keterangannya, ia menyoroti kondisi infrastruktur TPI Ujungbatu yang dinilai masih membutuhkan pembenahan menyeluruh.

“Saya sudah dua kali datang ke sini, namun kondisinya masih perlu banyak perbaikan. Tahun depan, kawasan ini harus lebih representatif, lebih tertata, dan mampu memberikan kenyamanan serta nilai tambah bagi para nelayan,” tegasnya.

Dalam perspektif kehumasan pemerintahan, pernyataan tersebut mencerminkan responsivitas sekaligus akuntabilitas pemerintah daerah terhadap aspirasi publik. Bupati juga menegaskan kedekatannya secara emosional dan sosial dengan kehidupan nelayan, yang menjadi basis utama ekonomi pesisir.

“Karena saya juga berlatar belakang nelayan, saya memahami betul kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi,” ujarnya, menegaskan pendekatan empatik dalam kepemimpinannya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kolaborasi aktif dalam menjaga dan menata kawasan TPI. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci strategis dalam menciptakan lingkungan yang bersih, produktif, serta berdaya saing.

Pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh dalang Ki Danar Yogi Iswara mengangkat lakon Wahyu Sandang Pangan, yang mengandung filosofi mendalam tentang perjuangan memperoleh kesejahteraan melalui pemenuhan kebutuhan sandang dan pangan secara adil. Narasi ini selaras dengan agenda pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Bupati Witiarso Utomo juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir dalam memperkuat sektor perikanan melalui peningkatan sarana dan prasarana, perluasan akses pasar, serta perlindungan terhadap keberlanjutan ekosistem laut.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas nelayan, memperluas akses distribusi hasil tangkapan, dan menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan,” imbuhnya.

Secara strategis, kegiatan ini tidak hanya memperkuat identitas budaya daerah, tetapi juga menjadi instrumen penggerak ekonomi berbasis kearifan lokal. Tradisi Lomban Syawalan dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan sektor UMKM dan ekonomi kreatif di wilayah pesisir.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk tersebut menjadi simbol harmonisasi antara pelestarian budaya dan akselerasi pembangunan. Dalam kerangka yang lebih luas, kegiatan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta berpijak pada nilai-nilai sosial dan religius masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Lomban Syawalan Jepara tidak hanya diposisikan sebagai

warisan budaya, tetapi juga sebagai kekuatan strategis dalam membangun kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan di masa mendatang

Punkasnya,Kerja tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update