Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tim Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Tinjau Lokasi Pembangunan Yonif TP 88 Satria Ki Ageng Selo di Kalimaro, Perkuat Postur Pertahanan Teritorial

Rabu, 04 Maret 2026 | Maret 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-04T11:13:43Z

MNI|GROBOGAN – Komitmen pemerintah dalam memperkuat postur pertahanan negara berbasis kewilayahan terus diakselerasi. Tim dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) melaksanakan kunjungan kerja dan peninjauan langsung lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 88 Satria Ki Ageng Selo di Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Pusat Konstruksi (Puskon) Kemenhan, Kolonel Czi Sulistyo Gunawan, dan diterima langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0717/Grobogan, Mayor Cba A.M. Ichfani, S.E., bersama jajaran terkait. Agenda ini menjadi bagian integral dari tahapan strategis perencanaan pembangunan satuan baru dalam kerangka penguatan pertahanan wilayah sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan observasi komprehensif terhadap kesiapan dan kelayakan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan markas dan fasilitas pendukung Yonif TP 88. Aspek yang ditelaah meliputi batas-batas administratif lahan, kontur tanah, elevasi, sistem drainase alami, aksesibilitas kendaraan taktis maupun logistik, hingga potensi genangan air yang dapat memengaruhi keberlanjutan pembangunan infrastruktur pertahanan.

Kolonel Czi Sulistyo Gunawan menegaskan bahwa pemilihan lokasi pembangunan satuan teritorial tidak semata-mata mempertimbangkan ketersediaan lahan, melainkan harus memenuhi parameter multidimensional yang ketat dan terukur.

“Lokasi pembangunan Yonif TP harus memenuhi sejumlah aspek krusial, di antaranya aspek strategis, taktis, teritorial, lingkungan, serta aksesibilitas. Seluruh indikator tersebut menjadi prasyarat agar satuan yang dibangun nantinya mampu menjalankan fungsi operasional dan pembinaan teritorial secara optimal,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menambahkan, hasil diskusi dan verifikasi lapangan bersama tim Kemenhan, jajaran Kodim 0717/Grobogan, pihak Perhutani setempat, serta perwakilan masyarakat sekitar menunjukkan bahwa lokasi di Desa Kalimaro dinilai representatif dan memenuhi kriteria teknis maupun strategis.

“Setelah kami berkeliling meninjau lokasi serta melakukan dialog dengan berbagai pihak, dapat kami simpulkan bahwa lahan ini sangat tepat dan telah memenuhi aspek-aspek yang dipersyaratkan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pendekatan profesional dan berbasis data, tim juga melibatkan dua konsultan perencanaan independen guna mendukung tahapan survei lanjutan. Pengukuran ulang dilakukan secara detail, disertai pengambilan dokumentasi darat dan udara sebagai bahan penyusunan perencanaan teknis pembangunan yang presisi dan berkelanjutan.

Langkah ini mencerminkan tata kelola pembangunan pertahanan yang mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas anggaran negara. Setiap tahapan, mulai dari survei awal hingga konstruksi, dirancang melalui koordinasi melekat antarinstansi guna memastikan kesesuaian antara kebutuhan operasional dan karakteristik wilayah.

Pembangunan Yonif TP 88 Satria Ki Ageng Selo merupakan bagian dari program pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan yang dirancang untuk memperkuat kehadiran negara di wilayah, sekaligus mengintegrasikan fungsi pertahanan dengan dukungan terhadap percepatan pembangunan daerah. Model satuan ini diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang mumpuni, tetapi juga berperan aktif dalam pembinaan teritorial, mitigasi bencana, serta pemberdayaan masyarakat.

Sinergi antara Kemenhan, satuan kewilayahan, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat menjadi fondasi utama keberhasilan program ini. Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, pembangunan Yonif TP 88 diharapkan mampu memperkokoh sistem pertahanan semesta, sekaligus menghadirkan multiplier effect bagi stabilitas dan pertumbuhan wilayah Kabupaten Grobogan secara berkelanjutan.

Punkasnya,Shabar .aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update