Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, menghadiri langsung kegiatan Safari Ramadan yang digelar di Masjid Baitul Makmur, Dusun Kembanggading, Desa Ginggangtani, Kecamatan Gubug, pada Kamis (5/3/2026). Kehadiran Sekda bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Grobogan serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang terdiri dari unsur TNI dan Polri disambut hangat oleh masyarakat setempat.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh nuansa religius tersebut dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda-pemudi, serta warga Desa Ginggangtani yang antusias mengikuti rangkaian acara. Safari Ramadan tidak hanya menjadi ajang ibadah bersama, tetapi juga wadah komunikasi langsung antara pemerintah daerah dengan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi maupun gagasan pembangunan.
Dalam sambutannya, Anang Armunanto menegaskan bahwa Safari Ramadan memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan emosional antara pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam membangun komunikasi yang terbuka, humanis, serta berorientasi pada kepentingan publik.
“Momentum Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui Safari Ramadan ini kami ingin memastikan bahwa pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi warga, serta bersama-sama membangun Kabupaten Grobogan menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Sekda.
Selain menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan bermasyarakat, Sekda juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah.
Imbauan tersebut disampaikan berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan adanya potensi hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dalam beberapa waktu ke depan. Menurut Sekda, kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana sangat penting guna meminimalkan risiko yang dapat mengganggu keselamatan maupun aktivitas sosial masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca. Apabila terjadi hujan deras disertai angin kencang, masyarakat diharapkan mengutamakan keselamatan serta saling mengingatkan antarwarga agar lingkungan tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Safari Ramadan yang diselenggarakan di Desa Ginggangtani tersebut juga memiliki makna historis karena berlangsung berdekatan dengan momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke-300 yang diperingati pada 4 Maret 2026. Peringatan tiga abad berdirinya Kabupaten Grobogan menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Tiga abad perjalanan Kabupaten Grobogan dinilai menjadi tonggak sejarah penting yang menggambarkan dinamika perjuangan masyarakat dalam membangun daerah yang mandiri, maju, dan berdaya saing. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai program pembangunan, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun keagamaan.
Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Safari Ramadan yang dinilai mampu mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Salah seorang warga Desa Ginggangtani yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran langsung Sekda bersama rombongan pemerintah daerah memberikan motivasi serta semangat bagi masyarakat.
“Kami masyarakat sangat senang dengan adanya kegiatan positif seperti ini. Apalagi sambutan yang disampaikan oleh Bapak Sekda sangat menyentuh hati kami. Kami berharap beliau selalu diberikan kesehatan dan umur panjang agar dapat terus membawa Kabupaten Grobogan menjadi daerah yang semakin maju dan sukses,” ujarnya kepada awak media.
Kegiatan Safari Ramadan kemudian ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Suasana keakraban yang tercipta mencerminkan kuatnya nilai gotong royong serta solidaritas sosial yang masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
Melalui kegiatan Safari Ramadan tersebut, Pemerintah Kabupaten Grobogan berharap nilai-nilai religiusitas, kebersamaan, serta semangat persatuan dapat terus terpelihara sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan berdaya saing, sejalan dengan cita-cita besar mewujudkan Grobogan yang semakin maju di masa mendatang.
Punkasnya,Mukti ,Aji.



