Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Rumah Perangkat Desa di Ngampel Ludes Terbakar, Damkar Bergerak Cepat, Kerugian Ditaksir Capai Rp70 Juta

Minggu, 29 Maret 2026 | Maret 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-29T05:47:15Z

MNi|Kabupaten Blora — Peristiwa kebakaran kembali mengguncang wilayah permukiman warga. Sebuah rumah milik perangkat desa berinisial S (52), yang menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) Tambakselo, Desa Ngampel, dilaporkan ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (28/03/2026) dini hari. Insiden ini menyoroti pentingnya standar keselamatan instalasi listrik di lingkungan rumah tangga.

Kejadian terjadi sekitar pukul 00.00 WIB saat kondisi lingkungan relatif sepi dan sebagian besar warga tengah beristirahat. Api pertama kali diketahui oleh tetangga korban, TW (34), yang terbangun setelah mendengar suara letupan dari arah rumah korban. Saat dilakukan pengecekan, api sudah dalam kondisi membesar dan dengan cepat melahap bangunan rumah yang saat itu dalam keadaan kosong.

Merespons laporan warga, unsur pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Koordinasi lintas sektor dilakukan secara sigap guna memastikan proses pemadaman berjalan efektif serta mencegah potensi perambatan api ke bangunan lain di sekitarnya.

Kapolres Blora melalui Kapolsek Blora menyampaikan bahwa tim gabungan langsung diterjunkan begitu menerima laporan dari pemerintah desa setempat. Proses pemadaman berlangsung intensif selama kurang lebih satu jam hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 01.00 WIB.

“Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran yang didukung unsur TNI-Polri dan relawan, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke rumah warga lainnya,” ungkapnya.

Dari hasil pendataan di lokasi, rumah berukuran kurang lebih 6 x 12 meter yang didominasi material kayu dan tembok mengalami kerusakan hingga 90 persen. Sejumlah harta benda milik korban seperti perabot rumah tangga, almari, tempat tidur, meja kursi, serta perlengkapan dapur tidak dapat diselamatkan. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp70 juta.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, sumber api diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada instalasi kabel yang tidak memenuhi standar keamanan. Percikan api dari kabel tersebut diduga memicu kebakaran yang kemudian dengan cepat membesar akibat material bangunan yang mudah terbakar.

Dalam konteks kehumasan dan edukasi publik, pihak pemadam kebakaran menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aspek keselamatan kelistrikan. Instalasi listrik yang tidak sesuai standar nasional berpotensi besar memicu kebakaran, khususnya pada malam hari saat pengawasan minim.

Sebagai langkah preventif, masyarakat diimbau untuk secara berkala melakukan pemeriksaan instalasi listrik, menggunakan material berstandar SNI, serta menghindari penggunaan sambungan kabel tidak resmi atau berlebih. Selain itu, kesiapsiagaan lingkungan melalui sistem deteksi dini dan akses darurat juga menjadi faktor krusial dalam meminimalisir dampak kebakaran.

Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun demikian,

kejadian tersebut menjadi pengingat serius akan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan instansi terkait dalam membangun budaya keselamatan serta mitigasi risiko kebakaran di wilayah permukiman.

punkasnya Kerja Tim.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update