Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

RSUD Sunan Kalijaga Demak Beri Klarifikasi atas Video Viral Dugaan Pelayanan Pasien, Tegaskan Tidak Ada Unsur Pembentakan

Senin, 09 Maret 2026 | Maret 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-09T11:56:49Z

MNI|DEMAK, JAWA TENGAH — Manajemen RSUD Sunan Kalijaga Demak akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya sebuah video di media sosial yang menarasikan dugaan pelayanan kurang baik terhadap pasien di lingkungan rumah sakit tersebut. Video yang memicu perbincangan publik itu diketahui terjadi pada Senin, 2 Maret 2026, di ruang Poli Mata rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa potongan video yang beredar di ruang digital tidak sepenuhnya menggambarkan situasi medis yang sebenarnya saat proses pelayanan berlangsung.

Humas RSUD Sunan Kalijaga Demak, Kusmanto, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika seorang pasien menjalani pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata Debby Asmawati.

Menurut Kusmanto, narasi yang berkembang di masyarakat yang menyebut adanya tindakan membentak terhadap pasien merupakan interpretasi yang tidak sepenuhnya sesuai dengan konteks kejadian di ruang pelayanan medis.

“Peristiwa tersebut terjadi di Poli Mata saat pasien menjalani pemeriksaan oleh dr Debby Asmawati, SpM. Kami perlu meluruskan bahwa dokter yang bersangkutan tidak memiliki maksud membentak pasien,” ujar Kusmanto kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa intonasi suara yang terdengar tegas dalam rekaman video lebih dipengaruhi oleh karakter komunikasi personal yang bersangkutan, bukan merupakan bentuk tindakan tidak profesional terhadap pasien.

Menurutnya, dokter tersebut berasal dari wilayah Jawa Timur yang secara kultural memiliki karakter vokal yang cenderung lebih tegas dalam berbicara, terutama ketika memberikan instruksi dalam situasi pemeriksaan medis yang membutuhkan respon cepat dari pasien.

“Perlu dipahami bahwa dr Debby Asmawati bukan membentak. Karakter komunikasi beliau memang terdengar tegas, namun tidak ada niat untuk memarahi atau merendahkan pasien,” jelasnya.

Lebih lanjut Kusmanto mengungkapkan bahwa saat pemeriksaan berlangsung, dokter meminta pasien membuka mata secara maksimal guna memastikan tidak terjadi gangguan serius pada organ penglihatan.

Permintaan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari prosedur medis untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi akibat serpihan benda asing yang diduga masuk ke mata pasien.

“Dokter meminta pasien membuka mata karena perlu memastikan apakah ada serpihan atau tanda-tanda infeksi. Instruksi tersebut murni dilakukan demi kepentingan medis dan keselamatan pasien,” katanya.

Sebagai langkah responsif terhadap dinamika yang berkembang di masyarakat, manajemen rumah sakit juga telah melakukan pendekatan persuasif dengan pihak keluarga pasien guna memberikan penjelasan secara langsung mengenai kronologi kejadian.

Pertemuan tersebut, menurut pihak rumah sakit, berlangsung dalam suasana kondusif dan menghasilkan pemahaman bersama antara kedua belah pihak.

“Kami telah bertemu langsung dengan keluarga pasien. Jika memang terjadi miskomunikasi, kami menyampaikan permohonan maaf. Alhamdulillah pertemuan berlangsung baik dan kedua belah pihak saling memahami situasi yang sebenarnya,” ujar Kusmanto.

Di sisi lain, Direktur RSUD Sunan Kalijaga Demak, Nugroho Aris Kusuma, menegaskan bahwa pihak manajemen telah mengambil langkah internal dengan memanggil dokter yang bersangkutan guna meminta klarifikasi secara langsung terkait peristiwa tersebut.

Menurutnya, klarifikasi tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga transparansi serta memastikan standar pelayanan kesehatan tetap berjalan sesuai prinsip profesionalitas dan etika medis.

“Benar ada kejadian tersebut. Kami sudah memanggil yang bersangkutan untuk dimintai penjelasan. Dokter menyampaikan bahwa tidak ada maksud membentak pasien, melainkan memberikan instruksi agar pasien membuka mata untuk kepentingan pemeriksaan karena dikhawatirkan terjadi infeksi,” ujar Aris Kusuma.

Ia menegaskan bahwa rumah sakit berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Selain itu, manajemen juga akan melakukan evaluasi internal secara berkelanjutan, khususnya dalam aspek komunikasi pelayanan agar interaksi antara tenaga medis dan pasien dapat berlangsung lebih efektif dan empatik.

“Kami terus melakukan evaluasi dan penguatan koordinasi internal agar pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Komunikasi antara tenaga medis dan pasien juga akan kami tingkatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” pungkasnya.

Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih utuh kepada masyarakat terkait peristiwa yang sempat viral tersebut, sekaligus menegaskan komitmen rumah sakit dalam menjaga integritas pelayanan kesehatan di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kualitas layanan fasilitas medis

Punkasnya,Adi.aji.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update