Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Progres Jembatan Bailey Kodam Iskandar Muda Capai 53,4 Persen, Perkuat Konektivitas dan Pemulihan Akses Masyarakat Aceh

Selasa, 24 Maret 2026 | Maret 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-23T17:02:40Z

MNI|BANDA ACEH – Pembangunan infrastruktur jembatan darurat jenis Bailey yang dilaksanakan oleh Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan capaian progres yang signifikan. Hingga Senin (23/3/2026), realisasi pembangunan telah mencapai 53,4 persen dari total target yang ditetapkan, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan akses transportasi di berbagai wilayah di Provinsi Aceh.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 73 unit jembatan Bailey yang menjadi sasaran pembangunan, sebanyak 39 unit telah rampung dan saat ini telah dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Selain itu, terdapat 2 unit jembatan yang sedang dalam tahap pemasangan, 17 titik telah menyelesaikan proses survei teknis, 9 titik masih dalam tahap survei lapangan, serta 4 set material disiapkan sebagai cadangan untuk mendukung percepatan pembangunan di lokasi prioritas.

Pembangunan jembatan Bailey ini menjadi solusi strategis yang bersifat cepat, adaptif, dan efektif dalam mengatasi keterbatasan akses, khususnya di wilayah terdampak bencana alam maupun daerah terpencil. Kehadiran jembatan tersebut tidak hanya mengembalikan konektivitas antarwilayah yang sempat terputus, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kelancaran distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi.

Sejumlah jembatan yang telah berfungsi tersebar di berbagai kabupaten, antara lain di wilayah Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Singkil hingga Kabupaten Aceh Tamiang. Beberapa di antaranya meliputi Jembatan Teupin Mane, Teupin Reudeup, Jeumpa/Cot Bada, Matang Bangka, Alue Leuhop, Teupin Reusep, Kubu, serta Dusun Bandar Baru yang kini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Keberhasilan progres pembangunan ini tidak terlepas dari sinergi lintas sektor antara satuan Zeni TNI AD, termasuk Yonzipur, Yonzikon, dan Denzipur, bersama pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi tersebut diperkuat dengan penerapan strategi adaptif di lapangan, seperti penyesuaian lokasi prioritas pembangunan, modifikasi tipe konstruksi jembatan sesuai kondisi geografis, serta optimalisasi penggunaan material yang tersedia.

Di sisi lain, beberapa pembangunan jembatan masih terus berjalan dan menjadi fokus penyelesaian, di antaranya Jembatan Bergang di wilayah Aceh Tengah dengan progres mencapai 9 persen, serta jalur dua Bandara Rembele di Bener Meriah yang telah mencapai 12,5 persen. Pekerjaan pada titik-titik tersebut saat ini difokuskan pada tahap penyiapan lahan, perakitan komponen, serta penguatan struktur pendukung.

Program pembangunan jembatan Bailey ini merupakan wujud konkret komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan nasional, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Selain itu, langkah ini juga mencerminkan peran strategis TNI sebagai garda terdepan dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Dengan capaian yang terus meningkat, diharapkan seluruh target pembangunan dapat segera diselesaikan sesuai rencana, sehingga

manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Aceh, sekaligus memperkuat stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Punkasnya,Aji.tim.

Sumber: Dispenad

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update