Merespons situasi tersebut, jajaran Polsek Purwokerto Timur yang berada di bawah naungan Polresta Banyumas melaksanakan kegiatan patroli dialogis dan sambang pasar sebagai langkah preventif guna memastikan aktivitas perdagangan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan pengawasan ini dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas setempat, Aiptu Usman Andy Wardoyo bersama personel piket yang menyisir area perdagangan di Pasar Wage Purwokerto. Dalam kegiatan tersebut, aparat kepolisian tidak hanya melakukan pemantauan situasi keamanan, tetapi juga memberikan edukasi serta imbauan kamtibmas kepada para pedagang dan pengunjung pasar terkait kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu.
Aiptu Usman menegaskan bahwa momentum Ramadan hingga menjelang Idul Fitri identik dengan lonjakan aktivitas transaksi keuangan masyarakat. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu di pusat-pusat perdagangan tradisional.
“Menjelang Lebaran, volume transaksi di pasar meningkat cukup tajam. Kami mengimbau para pedagang agar lebih teliti saat menerima uang tunai dari pembeli. Periksa dengan cermat ciri-ciri keaslian uang agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu,” ujar Aiptu Usman di sela kegiatan patroli.
Selain menyampaikan pesan kamtibmas, pihak kepolisian juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan layanan darurat Call Center 110 Polri sebagai sarana pelaporan cepat apabila masyarakat menemukan indikasi tindak pidana atau situasi yang berpotensi mengganggu keamanan di lingkungan pasar.
Secara terpisah, Kapolresta Banyumas Petrus P. Silalahi melalui Kapolsek Purwokerto Timur Wiwid Hartono menjelaskan bahwa kegiatan patroli rutin di pusat-pusat aktivitas ekonomi merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas kamtibmas selama Ramadan.
Menurutnya, keberadaan aparat kepolisian di tengah aktivitas masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga sebagai upaya membangun rasa aman dan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Selain mencegah peredaran uang palsu, patroli ini juga menjadi langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan lainnya seperti pencurian, penipuan, hingga aksi premanisme yang dapat meresahkan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa selama bulan Ramadan jajaran kepolisian meningkatkan intensitas patroli di sejumlah titik strategis, khususnya pusat-pusat ekonomi rakyat seperti pasar tradisional, terminal, serta kawasan keramaian lainnya yang mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.
Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan implementasi komitmen pelayanan kepolisian kepada masyarakat sebagaimana semangat transformasi pelayanan publik yang terus diperkuat oleh institusi Polri dalam mendukung stabilitas sosial dan ekonomi nasional.
“Kehadiran personel di lapangan bukan sekadar menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memberikan jaminan rasa aman agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan tenang dan nyaman, khususnya dalam momentum Ramadan hingga Idul Fitri,” tegasnya.
Melalui kegiatan patroli dialogis tersebut, jajaran kepolisian juga mengajak seluruh pedagang dan pengunjung pasar untuk turut berpartisipasi menjaga ketertiban lingkungan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk potensi kejahatan, serta tidak ragu melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Dengan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, diharapkan stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Banyumas dapat terus terjaga, sehingga aktivitas
perdagangan selama Ramadan berlangsung lancar serta memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat.Punkasnya,Eko.aji.




