Langkah preventif tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Karangawen AKP Mujiyono dengan menggandeng Satuan Tugas Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) dari PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) IV Semarang. Sinergi lintas sektoral ini menjadi manifestasi komitmen bersama dalam menjaga keselamatan transportasi publik, khususnya pada momentum meningkatnya mobilitas masyarakat jelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penyisiran menyeluruh pada lintasan rel guna memastikan tidak terdapat potensi gangguan teknis maupun non-teknis. Pemeriksaan meliputi kondisi pengait rel, bantalan, hingga struktur penopang jalur yang berfungsi menjaga stabilitas lintasan. Fokus utama diarahkan pada perlintasan tanpa palang yang secara empiris memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi dibandingkan perlintasan yang telah dilengkapi sistem pengamanan otomatis.
Kapolsek Karangawen AKP Mujiyono menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk langkah antisipatif berbasis mitigasi risiko. “Kami bersama petugas PPJ memastikan bahwa seluruh elemen prasarana rel dalam kondisi optimal, khususnya di titik-titik rawan. Hal ini penting untuk meminimalisir potensi kecelakaan serta memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat pengguna jalan maupun penumpang kereta api,” ujarnya.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga mengedepankan pendekatan humanis melalui penyaluran bantuan sosial berupa beras kepada warga sekitar rel dan relawan yang turut membantu pengamanan. Aksi sosial tersebut mencerminkan kehadiran Polri tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.
Sementara itu, Kepala PPJ Daop IV Semarang Satker Karangawen, Andi Yuniar, menjelaskan bahwa kegiatan inspeksi jalur merupakan prosedur rutin yang dilakukan secara berkala setiap bulan. Dalam praktiknya, petugas menyusuri lintasan rel sejauh 8 hingga 12 kilometer dengan berjalan kaki guna memastikan setiap detail prasarana dalam kondisi layak operasi.
“Pemeriksaan meliputi kondisi ballast atau batu kerikil, integritas besi rel, fungsi wesel, hingga memastikan jalur steril dari benda asing. Kami juga memberikan perhatian khusus pada titik rawan bencana seperti banjir dan longsor. Setiap temuan akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk penanganan cepat dan tepat,” jelasnya.
Dari sisi korporasi, Manager Humas Daop IV Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa pihak PT Kereta Api Indonesia terus melakukan perawatan jalur secara komprehensif dan berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup perbaikan geometri jalur melalui pengukuran presisi, penyesuaian lebar sepur, peningkatan elevasi, serta stabilisasi struktur menggunakan peralatan berat modern.
“Selain itu, kami secara konsisten melakukan penggantian bantalan rel yang mengalami degradasi, rel aus, serta penataan ulang ballast untuk menjaga kekuatan dan kestabilan jalur. Pemeriksaan juga mencakup konstruksi jembatan dan normalisasi sistem drainase, terutama di wilayah dengan potensi genangan air,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Luqman menambahkan bahwa dalam menghadapi periode angkutan Lebaran, intensitas patroli prasarana ditingkatkan secara signifikan. Penempatan petugas siaga selama 24 jam di titik-titik strategis, serta penambahan personel PPJ, menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko guna memastikan operasional kereta api berjalan aman dan lancar.
“Seluruh langkah ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama masa angkutan Lebaran,” tegasnya.
Melalui sinergi antara kepolisian dan operator transportasi nasional, diharapkan seluruh potensi gangguan
pada jalur perlintasan kereta api dapat diantisipasi secara optimal. Upaya kolaboratif ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan mudik yang aman, tertib, dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat.Punkasnya,Munthohar.




