Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pangdam IV/Diponegoro Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Grobogan, Perkuat Akses Ekonomi dan Kesejahteraan Warga Desa

Selasa, 10 Maret 2026 | Maret 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-10T04:44:41Z

MNI|GROBOGAN, JAWA TENGAH — Komitmen negara dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan kembali ditunjukkan melalui peran aktif TNI Angkatan Darat dalam menghadirkan akses konektivitas bagi masyarakat. Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro, Achiruddin, secara resmi meresmikan penggunaan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Senin (9/3/2026).

Peresmian jembatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat, mengingat keberadaan infrastruktur penghubung tersebut telah lama dinantikan sebagai sarana vital mobilitas warga. Kunjungan Pangdam IV/Diponegoro bersama rombongan disambut langsung oleh Komandan Korem 073/Makutarama, Ezra Nathanael, Komandan Kodim 0717/Grobogan, Wefri Sandiyanto, serta Bupati Grobogan, Setyo Hadi, bersama unsur Forkopimda dan masyarakat setempat.

Selain meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Desa Ngombak, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran program nasional pembangunan 200 Jembatan Perintis Garuda yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak, secara daring. Agenda tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan infrastruktur berbasis kewilayahan yang diinisiasi TNI AD untuk mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai daerah, khususnya wilayah terpencil dan terisolasi.

Momentum peluncuran program ini semakin istimewa dengan kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang turut memberikan sambutan sekaligus meresmikan secara simbolis 200 jembatan gantung Garuda yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyempatkan diri menyapa masyarakat di sejumlah lokasi pembangunan jembatan melalui sambungan daring, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan konektivitas desa.

Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan manifestasi nyata kehadiran negara melalui TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah pedesaan. Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, program pembangunan jembatan perintis merupakan wujud nyata dari konsep kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini menjadi fondasi pengabdian TNI dalam mendukung pembangunan nasional.

“Program ini menegaskan komitmen negara untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Melalui sinergi antara TNI Angkatan Darat dan masyarakat, pembangunan infrastruktur di daerah dapat terus dipercepat demi kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, dalam kesempatan tersebut Pangdam IV/Diponegoro beserta jajaran juga melaksanakan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Sebanyak 200 paket bantuan sembako dibagikan kepada warga Desa Ngombak dan Desa Kentengsari, masing-masing sebanyak 100 paket, guna membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Jembatan Perintis Garuda yang dibangun melintasi Sungai Tuntang tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 120 sentimeter. Infrastruktur ini berfungsi sebagai jalur penghubung utama antara Desa Ngombak dan Desa Kentengsari yang berada dalam satu wilayah Kecamatan Kedungjati. Kehadiran jembatan tersebut diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 6.000 warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Dengan diresmikannya jembatan tersebut, diharapkan mobilitas masyarakat akan semakin lancar, aktivitas ekonomi lokal dapat berkembang lebih pesat, serta akses pendidikan dan pelayanan publik menjadi lebih mudah dijangkau.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini sekaligus menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam memperkuat konektivitas wilayah pedesaan, sebagai bagian dari upaya

mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan. (Pendim 0717/Grobogan)

Punkasnya,Shabar.mukti.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update