Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mudik Lebaran 2026 Menggeliat di Jalur Pantura Kudus, Polisi Siagakan Tim Urai Kemacetan dan Layanan Digital untuk Pemudik

Selasa, 17 Maret 2026 | Maret 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-17T09:38:06Z

MNI|Kudus – Dinamika arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Kudus mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Mobilitas kendaraan yang melintasi jalur utama kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah tercatat terus bergerak naik sejak pagi hari, menandai mulai bergeliatnya aktivitas perjalanan masyarakat menuju kampung halaman. Kondisi tersebut dipantau secara intensif oleh jajaran kepolisian guna memastikan arus lalu lintas tetap terkendali dan aman bagi para pemudik.

Berdasarkan hasil penghitungan kendaraan oleh petugas di lapangan pada Selasa, 17 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 17.887 kendaraan melintas di jalur utama wilayah Kudus. Angka tersebut menjadi indikator awal meningkatnya intensitas pergerakan masyarakat yang memanfaatkan momentum cuti bersama untuk melaksanakan tradisi tahunan mudik Lebaran.

Dari total kendaraan tersebut, arus lalu lintas yang bergerak dari arah Kudus menuju Pati tercatat sebanyak 8.958 unit. Sementara itu, kendaraan yang datang dari arah Pati menuju Kudus mencapai 8.558 unit. Selain itu, sekitar 1.500 kendaraan lainnya diperkirakan bergerak menuju wilayah Jepara maupun merupakan kendaraan operasional yang beraktivitas di dalam kawasan perkotaan Kudus.

Secara statistik lalu lintas, indikator volume kendaraan menunjukkan rata-rata pergerakan mencapai sekitar 745 kendaraan per jam. Sementara itu, nilai Volume Capacity Ratio (VC Ratio) dalam rentang waktu 24 jam tercatat berada pada angka 0,28. Angka tersebut mengindikasikan bahwa kondisi lalu lintas masih berada dalam kategori lancar dan terkendali, meskipun tren peningkatan kendaraan diperkirakan akan terus terjadi seiring mendekatnya puncak arus mudik.

Guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan, jajaran kepolisian yang terlibat dalam pengamanan arus mudik telah menyiagakan personel di sejumlah titik strategis melalui Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), Pos Terpadu hingga Pos Strong Point. Seluruh personel tersebut merupakan bagian dari operasi pengamanan terpadu yang digelar secara nasional melalui Operasi Ketupat Candi 2026.

Kapolres Kudus Heru Dwi Purnomo melalui Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kudus Royke Noldy Darean menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan arus kendaraan yang mulai meningkat sejak pagi hari.

Dalam keterangannya di sela-sela pemantauan arus lalu lintas di Pos Pelayanan Terminal Kudus, Selasa (17/3), AKP Royke menyampaikan bahwa secara umum kondisi arus kendaraan di wilayah Kudus masih relatif terkendali.

“Dari hasil pemantauan kami hingga pukul 11.00 WIB, arus lalu lintas di wilayah Kudus masih terpantau lancar dan terkendali. Namun demikian, kami memprediksi volume kendaraan akan terus meningkat seiring mendekati puncak arus mudik Lebaran,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh personel kepolisian yang terlibat dalam operasi pengamanan telah disiagakan secara optimal di lapangan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain pengaturan lalu lintas secara langsung, Satuan Lalu Lintas juga menyiagakan tim urai kemacetan yang siap bergerak cepat apabila terjadi kepadatan kendaraan di titik-titik rawan.

“Kami telah menempatkan personel di sejumlah simpul lalu lintas strategis, termasuk menyiagakan tim urai kemacetan yang siap bergerak cepat ketika terjadi penumpukan kendaraan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik,” jelasnya.

Selain penguatan pengamanan di lapangan, jajaran kepolisian juga memanfaatkan inovasi teknologi untuk mendukung kelancaran arus mudik. Kepolisian Daerah Jawa Tengah menghadirkan layanan digital SIPOLAN (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas) yang berbasis teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Melalui layanan chatbot berbasis WhatsApp tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi penting secara real-time, mulai dari kondisi arus lalu lintas, titik kepadatan kendaraan, lokasi pos pelayanan, hingga informasi rekayasa lalu lintas yang diberlakukan selama masa mudik.

Kehadiran sistem digital tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat dalam merencanakan perjalanan dengan lebih efektif, sekaligus mengurangi potensi kepadatan kendaraan melalui penyebaran informasi yang cepat dan akurat.

Lebih lanjut, AKP Royke juga mengingatkan para pemudik untuk senantiasa mengutamakan faktor keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh lelah, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum melakukan perjalanan. Manfaatkan fasilitas yang telah disediakan di pos pelayanan untuk beristirahat,” pesannya.

Sebagai bentuk pelayanan humanis kepada masyarakat, jajaran kepolisian juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung di sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan. Fasilitas tersebut meliputi layanan pemeriksaan kesehatan gratis, café corner yang menyediakan makanan ringan dan kopi bagi pemudik, area bermain anak (playground), kursi pijat untuk relaksasi, bengkel mobile untuk penanganan kerusakan kendaraan ringan, ambulans siaga selama 24 jam, hingga ruang laktasi yang diperuntukkan bagi ibu menyusui.

Dengan berbagai langkah pengamanan dan pelayanan yang telah disiapkan secara komprehensif tersebut, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kudus dapat berlangsung aman, lancar, tertib, dan nyaman, sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan dapat tiba di kampung

halaman dengan selamat serta merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga dalam suasana penuh kebahagiaan.

punkasnya,Aryadi.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update