MNI|Labuhanbatu, Sumatera Utara — Peristiwa kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di ruas strategis Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Dusun Burba Tua, Desa Kampung Baru Janji, Kecamatan Bila Barat, Kabupaten Labuhanbatu, pada Kamis (26/3/2026). Insiden tragis tersebut mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) serta memicu kemacetan panjang yang mengular di kedua arah.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, kecelakaan diduga kuat dipicu oleh kendaraan truk tronton bermuatan jeruk yang mengalami kegagalan fungsi pengereman (rem blong) saat melaju dari arah Medan menuju Rantau Prapat. Dalam kondisi tak terkendali, kendaraan berat tersebut kemudian menabrak sejumlah kendaraan di depannya, termasuk kendaraan roda empat dan sepeda motor.
Dampak benturan keras tersebut menyebabkan pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, satu korban lainnya dilaporkan masih berada di balik badan kendaraan yang terbalik saat proses evakuasi berlangsung, menambah kompleksitas penanganan di lapangan. Aparat gabungan bersama warga setempat terlihat berupaya melakukan evakuasi secara hati-hati guna menghindari risiko lanjutan.
Sejumlah korban lainnya yang merupakan penumpang kendaraan roda empat mengalami luka berat dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat di Rantau Prapat untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Hingga saat ini, kondisi para korban luka masih dalam pemantauan tim medis.
Kejadian tersebut berdampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di Jalinsum yang merupakan jalur vital penghubung antarwilayah di Pulau Sumatera. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga beberapa kilometer, baik dari arah Medan maupun sebaliknya, akibat proses evakuasi dan penanganan kecelakaan yang masih berlangsung.
Pihak kepolisian dari jajaran Polres Labuhanbatu telah turun langsung ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengaturan arus lalu lintas, serta penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian teknis kendaraan, khususnya kegagalan sistem pengereman, namun investigasi komprehensif masih terus dilakukan.
Dalam keterangan resminya, aparat kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan angkutan barang, untuk senantiasa memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum melakukan perjalanan, termasuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap sistem pengereman guna mencegah kejadian serupa.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius akan pentingnya keselamatan berkendara serta kepatuhan terhadap standar operasional transportasi darat, terutama di jalur-jalur padat dan rawan kecelakaan seperti Jalan Lintas Sumatera. Aparat terkait juga diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap kelayakan kendaraan angkutan berat demi meminimalisir risiko kecelakaan fatal di masa mendatang.
Tutupnya,Kerja, tim.



