Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, dihadiri Wakapolres Tegal M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M., perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, unsur Disporapar, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, jajaran pejabat utama Polres Tegal, para Kapolsek, Ketua KONI Kabupaten Tegal, Ketua ESI Kabupaten Tegal, panitia penyelenggara, serta 128 tim peserta dari kalangan pelajar se-Kabupaten Tegal.
Ketua ESI Kabupaten Tegal, Zaenal Mutaqin, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Kapolres Tegal dan jajaran terhadap perkembangan esport di daerah. Ia menilai turnamen ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wahana pembinaan atlet muda berbasis talenta digital.“Esport hari ini telah menjadi cabang olahraga prestasi yang diakui secara nasional dan internasional. Dukungan kepolisian menjadi energi positif bagi kami untuk terus membina pelajar agar mampu bersaing secara sehat dan profesional,” ujarnya.
Dalam sambutan resminya, AKBP Bayu Prasatyo menegaskan bahwa esport bukan sekadar permainan digital, melainkan cabang olahraga yang menuntut strategi, kolaborasi tim, ketahanan mental, konsentrasi tinggi, serta menjunjung sportivitas.
“Turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan ruang konstruktif untuk menyalurkan bakat generasi muda ke arah yang positif. Kita ingin membangun kreativitas, disiplin, tanggung jawab, dan solidaritas. Harapan kami, dari ajang ini lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tegal di tingkat regional maupun nasional,” tegas Kapolres.
Turnamen Piala Kapolres Tegal Tahun 2026 mempertandingkan dua nomor populer di kalangan pelajar, yakni Mobile Legends: Bang Bang yang diikuti 64 tim (320 peserta) serta Free Fire yang juga diikuti 64 tim (256 peserta). Antusiasme peserta mencerminkan tingginya minat pelajar terhadap olahraga berbasis teknologi digital.
Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi cooling system Polres Tegal dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya selama bulan suci Ramadan. Melalui kegiatan kompetitif yang positif dan edukatif, kepolisian berupaya mengantisipasi potensi kenakalan remaja dengan mengarahkan energi generasi muda pada aktivitas produktif.
Dalam sesi sosialisasi, jajaran Polres Tegal turut menyampaikan pesan kamtibmas kepada seluruh peserta dan pendamping. Para pelajar diimbau untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, tidak menyalakan petasan yang berpotensi membahayakan keselamatan, menghindari aktivitas yang dapat memicu konflik, serta menjaga ketertiban selama pelaksanaan lomba.
Kepolisian juga mengingatkan agar tradisi membangunkan sahur dilaksanakan secara tertib di lingkungan tempat ibadah tanpa mengganggu ketenteraman masyarakat. Penegasan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam menjaga harmoni sosial dan kenyamanan publik selama Ramadan.
Kegiatan Lomba Esport Antar Pelajar Piala Kapolres Tegal Tahun 2026 diharapkan menjadi model kolaborasi strategis antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun ekosistem pembinaan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berlandaskan nilai moral, etika, dan nasionalisme.
Dengan pendekatan humanis dan partisipatif, Polres Tegal menunjukkan bahwa penguatan kamtibmas dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan
potensi generasi muda—sebuah langkah progresif menuju terwujudnya generasi Indonesia yang unggul, kompetitif, dan berintegritasPunkasmya,Eko.wakid.





